Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Permintaan Tinggi, Mitan Subsidi Distop
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendati permintaan minyak tanah (mitan) di Jembrana masih tinggi namun jatah minyak tanah bersubsidi untuk Bumi Makepung distop sejak Senin (28/9). Namun, pihak produsen masih menyalurkan minyak tanah hanya saja tanpa subsidi.
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (30/9) sejak distopnya jatah mitan bersubsidi tersebut membuat harga eceran minyak tanah di tingkat produsen melambung hingga mencapai Rp. 8 ribu perliternya untuk mitan non-subsidi yang masih dipasok oleh Pertamina.
Melambungnya harga mitan ini seringkali dimanfaatkan orang-orang untuk meraup untung dengan menyelundupkan mitan dari Jawa atau kabupaten lain di Bali yang masih menerima jatah mitan subsidi.
Sabtu (26/9) lalu, KP3 Gilimanuk berhasil menggagalkan penyelundupan ribuan liter mitan dari Jawa. Dari pengakuan dua orang tersangka pemilik mitan tersebut diketahui kalau mereka membeli mitan tersebut di Banyuwangi dengan harga Rp. 4 ribu perliternya untuk dijual di Pasar Negara dengan harga yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Jembrana, I Made Sudantra ketika dihubungi, Rabu (30/9) membenarkan kalau minat bersubsidi mulai distop sejak awal pekan ini. Untuk memenuhi kebutuhan mitan, masyarakat dapat membeli mitan non subsidi dengan harga Rp. 7.400 di tingkat agen.
“Memang jatah mitan bersubsidi sudah dicabut karena kita sudah menyalurkan kompor gas ke masyarakat,” ujarnya.
Namun, menurut Sudantra, hanya dua kabupaten yakni Bangli dan Buleleng yang belum dicabut jatah mitan bersubsidinya.
“Kami akan terus memonitor peredaran mitan melalui pengendali distribusi untuk menjamin tidak ada pengecer menjual hasil selundupan mitan subsidi dari daerah lain,” pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan