Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 3 November 2026
Pilih Petik Cengkeh Daripada Nyontreng
Tajun
Rabu, 8 Juli 2009,
18:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Buleleng sebagian besar tidak mendapat respon dari masyarakat, bahkan sejumlah warga yang telah terdaftar dalam DPT lebih memilih petik cengkeh daripada melakukan penyontrengan.
Pemilihan Presiden Rabu (8/6) di TPS I dan TPS III di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan tidak mendapat perhatian penuh. Dari hasil pantauan hingga penutupan pemilihan, masyarakat yang mempergunakan hak pilihnya mencapai 35 percent dari total sekitar 1300 pemilih.
"Setelah mengobrol dengan panitia dan warga setempat, mereka kelihatannya tidak terlalu mempersoalkan siapapun presidennya atau pemimpinnya tidak berpengaruh kepada diri mereka dan hanya memikirkan perut hari ini,-(TM)-(TM) ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng, Ketut Wiratmaja ketika melakukan monitoring ke beberapa TPS di wilayah Kubutambahan.
Masyarakat Tajun yang memilih memetik cengkeh daripada menyontreng, merupakan buruh tani yang sudah dilakoninya bertahun tahun. Mereka hijrah ke tempat wilayah perkebunan cengkeh. Seperti wilayah Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
"Mereka berpindah tempat hanya ketika musim petik cengkeh tiba. Mereka tinggal beberapa minmggu, kemudian setelah itu mereka akan balik lagi ke Tajun dan melakukan pekerjaan lainnya di desanya,- papar wayan Dirta (54) warga Desa Tajun.
Warga pemetik cengkeh yang rata-rata memiliki kehidupan yang pas-pasan sepertinya tidak peduli dengan pesta demokrasi pilpres yang berlangsung hari ini, tetapi lebih mementingkan -"perut-(TM). Bagaimana tidak, dari hasil pemetikan cengkeh, mereka bisa mendapatkan upah Rp.50.000 per hari.
"Disamping itu kalau mereka datang untuk mencontreng, sama saja mereka akan kehilangan nafkah harian dan juga kehilangan uang transport. Jadi mereka rata-rata memilih untuk tetap tinggal di tempat,-(TM)-(TM) ujar warga lainnya. (sas)
Pemilihan Presiden Rabu (8/6) di TPS I dan TPS III di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan tidak mendapat perhatian penuh. Dari hasil pantauan hingga penutupan pemilihan, masyarakat yang mempergunakan hak pilihnya mencapai 35 percent dari total sekitar 1300 pemilih.
"Setelah mengobrol dengan panitia dan warga setempat, mereka kelihatannya tidak terlalu mempersoalkan siapapun presidennya atau pemimpinnya tidak berpengaruh kepada diri mereka dan hanya memikirkan perut hari ini,-(TM)-(TM) ungkap Ketua Panwaslu Kabupaten Buleleng, Ketut Wiratmaja ketika melakukan monitoring ke beberapa TPS di wilayah Kubutambahan.
Masyarakat Tajun yang memilih memetik cengkeh daripada menyontreng, merupakan buruh tani yang sudah dilakoninya bertahun tahun. Mereka hijrah ke tempat wilayah perkebunan cengkeh. Seperti wilayah Bengkel, Kecamatan Busungbiu.
"Mereka berpindah tempat hanya ketika musim petik cengkeh tiba. Mereka tinggal beberapa minmggu, kemudian setelah itu mereka akan balik lagi ke Tajun dan melakukan pekerjaan lainnya di desanya,- papar wayan Dirta (54) warga Desa Tajun.
Warga pemetik cengkeh yang rata-rata memiliki kehidupan yang pas-pasan sepertinya tidak peduli dengan pesta demokrasi pilpres yang berlangsung hari ini, tetapi lebih mementingkan -"perut-(TM). Bagaimana tidak, dari hasil pemetikan cengkeh, mereka bisa mendapatkan upah Rp.50.000 per hari.
"Disamping itu kalau mereka datang untuk mencontreng, sama saja mereka akan kehilangan nafkah harian dan juga kehilangan uang transport. Jadi mereka rata-rata memilih untuk tetap tinggal di tempat,-(TM)-(TM) ujar warga lainnya. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 543 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 397 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026