Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Polisi Usut Kasus Pelecehan Seksual Ibu ke Anak di Tangerang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Polisi tengah menyelidiki dugaan aksi pelecehan seksual oleh seorang ibu berinisial R (22) terhadap anak kandungnya di Kota Tangerang.
Informasi soal dugaan pelecehan seksual itu turut beredar di media sosial. Salah satunya diunggah akun media sosial X @kegblgnunfaedah.
Dalam unggahannya disampaikan aksi pelecehan seksual terhadap anak laki-laki itu bahkan turut diunggah oleh sang ibu ke media sosial. Juga disebutkan bahwa pelaku tinggal di wilayah Larangan, Kota Tangerang.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho mengatakan R memang pernah tinggal di Larangan. Namun, saat ini yang bersangkutan sudah pindah.
"Sudah ditelusuri, benar 4 tahun lalu R pernah tinggal di Larangan, saat ini info sudah pindah ke Pondok Aren Tangsel," kata Zain saat dikonfirmasi, Senin (3/5).
Zain menyebut kasus tersebut ditangani oleh Polres Tangerang Selatan. Ia =mengungkapkan pelaku berinisial R sudah menyerahkan diri.
"Bisa dikomunikasikan ke Polres Tangsel ya. Info pelaku sudah serahkan diri," ucap dia.
CNNIndonesia.com telah menghubungi Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso dan Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil terkait hal tersebut, namun belum mendapat respon. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 474 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 312 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 227 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun