Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Prabowo Ajak Investor Dunia ke Ocean Impact Summit di Bali

Jumat, 23 Januari 2026, 10:37 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Setpres/Prabowo Ajak Investor Dunia ke Ocean Impact Summit di Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang para investor global untuk datang ke Bali pada Juni 2026. Undangan tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan Ocean Impact Summit (OIS) yang akan digelar Indonesia bekerja sama dengan World Economic Forum (WEF).

Ajakan itu disampaikan Prabowo saat berbicara dalam forum internasional World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Bali dipilih sebagai lokasi strategis untuk mempertemukan pemimpin dunia, investor, dan pelaku usaha global dalam membahas isu kelautan serta investasi berkelanjutan.

"Saya berharap dapat bertemu dengan kebanyakan dari Anda di ruang ini di Bali pada Juni (2026), saat kita menjadi tuan rumah Ocean Impact Summit pertama bersama dengan World Economic Forum," kata Prabowo.

Presiden Prabowo menjelaskan, OIS 2026 akan digelar bersama investor terkemuka asal Amerika Serikat, Ray Dalio, melalui inisiatif eksplorasi laut nirlaba Ocean X. Forum ini diharapkan menjadi wadah kerja sama internasional dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan keyakinannya bahwa kerja sama perdagangan internasional yang adil tidak akan menggerus kedaulatan negara. Ia pun mengajak negara-negara yang hadir di Davos untuk memperkuat hubungan dagang dengan Indonesia.

"Kami meyakini bahwa integrasi perdagangan, jika dilakukan secara adil, bukanlah ancaman terhadap kedaulatan,” katanya.

Menurut Prabowo, Indonesia menganut prinsip kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan dan tidak alergi terhadap integrasi ekonomi global. Perjanjian perdagangan yang dijalankan Indonesia dilakukan berdasarkan kebutuhan nasional, bukan sekadar mengikuti tren global.

"Kami percaya pada konsep perdagangan yang saling menguntungkan (win-win),” tuturnya.

Ia mencontohkan berbagai kerja sama yang telah dijalin Indonesia dengan kawasan Eropa, Kanada, Peru, hingga Eurasia melalui skema Perjanjian Perdagangan Bebas dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif.

"Saya juga baru saja mengunjungi Inggris untuk menandatangani Kemitraan Strategis Baru,” ucapnya.

Prabowo menambahkan, seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nasional, mengurangi hambatan usaha, serta membuka ruang pertumbuhan sektor swasta. Ia menilai perdagangan sebagai instrumen penting dalam mendorong kemakmuran.

Pada forum yang sama, Presiden Prabowo juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada komunitas internasional. Lembaga ini dibentuk untuk memperkuat tata kelola investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Danantara berarti energi untuk menggerakkan masa depan Indonesia. Danantara merupakan sovereign wealth fund (SWF) dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun," ujar Prabowo.

Ia menegaskan, kehadiran Danantara membuat Indonesia mampu tampil sebagai mitra investasi yang setara di mata dunia.

"Dengan Danantara, saya bisa berdiri di sini di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia saat ini bukan hanya negara dengan kedamaian dan stabilitas, tak hanya negara dengan peluang besar," tegasnya.

Menurut Prabowo, Danantara dirancang untuk membiayai industri masa depan Indonesia, dengan sistem pengawasan ketat dan tata kelola kelembagaan yang kuat.

"Itulah mengapa kami membangun Danantara dengan pengawasan yang kuat dan tanggung jawab kelembagaan. Kami berupaya menemukan kepala eksekutif terbaik untuk memimpinnya, baik warga negara Indonesia maupun asing," ucap Prabowo.

Ia menambahkan, seluruh program pembangunan nasional, mulai dari kebijakan sosial, pengelolaan sumber daya alam, hingga upaya swasembada pangan dan energi, kini dijalankan dengan pengawasan ketat serta kepemimpinan yang profesional.

"Inilah sebenarnya bagaimana kita sekarang menjalankan Indonesia. Mulai dari program-program sosial kita,hingga upaya kita untuk memanfaatkan sumber daya alam kita secara maksimal,hingga upaya kita untuk mencapai swasembada pangan dan energi. Semuanya kini disertai dengan pengawasan yang ketat, dan para pemimpin yang cakap," tuturnya. (sumber: liputan6.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: Gerindra Bali



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami