Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Pramono Edhie Sindir Megawati
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Peserta konvensi calon presiden (capres) Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo menyindir presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Sindiran tersebut dilontarkannya saat pembahasan kinerja seorang presiden dalam melakukan pembangunan kesejahteraan rakyat. Kebiasaan Mega yang kerap tidak saling salaman dengan kakak Iparnya, Susilo Bambang Yudhoyono, di berbagai acara formal maupun maupun nonformal diutarakan oleh Edhie.
Pramono Edhie yang juga bekas ajudan Mega saat menjadi presiden ini menilai, hal yang wajar jika tidak puas dengan kepemimpinan seseorang tetapi tidak ditunjukan secara tatap muka.
"Sekarang sistem berbeda dari sistem sebelumnya, presiden dipilih langsung oleh rakyat, kekuasan dibagi-bagi, eksekutif, legislatif, yudikatif," katanya dalam Forum Diskusi Dua Mingguan INILAH Demokrasi, Minggu (23/2/2014).
"Jadi memang harus diperbaiki, manusianya, sistemnya tidak salah. Kalau ada salah, koreksi iya betul, apalagi tidak mau salaman," tandasnya menyindir Megawati.
"SBY ini kan jelas (kinerjanya), kalau ada kurangnya iya, membangun negara ini harus berkelanjutan, ratusan tahun, tidak bisa dalam 10 tahun," tandasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan