Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 19 Agustus 2026
Pratu Ida Bagus Putu Gugur Kena Tembak Kelompok Separatis
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Satu lagi perwira TNI gugur di Papua, yakni bernama Pratu Ida Bagus Putu S saat upaya evakuasi jenazah suster Gabriela Meilan. Ia ditembak Kelompok Separatis Teroris.
Pratu Ida Bagus gugur saat proses evakuasi jenazah Suster Gabriela Melani di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Selasa 21 September 2021.
Mengutip KabarPapua.co, Pratu Ida Bagus Putu tertembak oleh Kelompok Separatis Teroris (KST) saat melakukan pengamanan helikopter. Bersama empat rekannya yang akan mengevakuasi jenazah Suster Gabriela, pukul 06.53 WIT.
Pratu Ida meninggal karena tertembak pada bagian kepala. Pratu Ida ditengarai merupakan anggota Yonif 403/Wirasada Pratista yang berasal dari Ngabang, Kalimantan Barat.
Komandan Korem 172/Praja Wira Yakhti, Brigjen TNI Izak Pangemanan saat dihubungi melalui sambungan telepon membenarkan kejadian itu.
“Benar ada kontak tembak. Tapi saya belum bisa memberikan keterangan rinci, karena belum terpantau dengan baik. Nanti dulu ya,” kata Izak, Selasa 21 September 2021.
Ia mengklaim pasukan TNI-Polri telah menguasai keamanan di Distrik Kiwirok. Namun kondisi medan yang sangat sulit masih dialami personel di lapangan.
“Medannya tak gampang. komunikasi kita di lapangan juga tak lancar. Karena sinyal sambungan telepon belum terhubung. Setelah komunikasi lancar, kami bisa memberikan keterangan rinci,” terang Izak.
Terpisah, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm. Reza Nur Patria mengatakan, kontak tembak terjadi saat pasukan TNI Polri mengamankan lokasi pendaratan helikopter yang rencananya melakukan evakuasi jenazah Suster Gabriella Meilani.
“Satu TNI gugur saat mengamankan proses evakuasi jenazah di Kiwirok. Ini yang menyebabkan evakuasi terhambat. Jenazah prajurit sudah dibawa ke Jayapura bersamaan evakuasi jenazah Suster Gabriella,” kata Reza, Selasa 21 September 2021.
Saat ini, sambung Reza, kontak tembak masih terjadi di Kiwirok.
“Untuk mengambil jenazah ini, kami tetap diganggu oleh KST. Padahal evakuasi ini untuk kemanusiaan dan demi menjaga keutuhan NKRI,” tuturnya.
Suster Gabriela Melani merupakan salah satu tenaga kesehatan korban kekejaman Kelompok Separatis Teroris atau yang dikenal juga sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua.
Suster Gabriela disiksa oleh kelompok tersebut hingga mengalami pelecehan seksual sebelum akhirnya meninggal. Jenazah Suster Gabriela ditemukan Tim gabungan TNI-Polri di dalam jurang sedalam 300 meter di Distrik Kiwirok.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4577 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2379 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2036 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1640 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun