Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Puluhan Hektar Padi Diserang Hama Tikus
Marga
Senin, 2 Juni 2008,
18:09 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Puluhan hektar padi di subak dukuh desa Marga, Tabanan diserang hama tikus. Akibatnya lahan padi seluas 45 hektar kondisinya layu, petani pun terancam gagal panen.
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu petani setempat. Berbagai upaya telah dilakukan namun tidak berhasil.
"Upaya kami mengusir hama tikus tidak membuahkan hasil. Justru tikus semakin merajalela," jelas salah satu petani setempat Nyoman Darmayasa (45).
Dikatakannya, tikus mulai menyerang tanaman padinya sekitar seminggu lalu. Tikus-tikus itu kata dia memotong batang padi sehingga tanaman rebah dan menguning.
Sejauh ini kata dia sudah dilakukan upaya tradisional seperti berburu tikus dan mengusir "jero ketut" (tikus) secara niskala. "Kami baru mencoba secara pribadi-pribadi untuk menanggulangi hama tikus. Mungkin dalam waktu dekat akan digelar perburuan massal," terkanya.
Pihaknya juga meneruskan keluhan tersebut kepada pekaseh setempat dan diteruskan ke PPL (Petugas Penyuluh Lapang). "Sayang obat-obatan yang diberikan terbatas dan tidak mempan mengusir tikus," ujarnya.
Pantauan di lapangan, tampak tanaman padi seluas 45 hektar di Subak Dukuh rebah dan menguning akibat gigitan tikus. Beberapa petani yang dijumpai di sawah tampak linglung, sebab mereka terancam gagal panen. (nod)
Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu petani setempat. Berbagai upaya telah dilakukan namun tidak berhasil.
"Upaya kami mengusir hama tikus tidak membuahkan hasil. Justru tikus semakin merajalela," jelas salah satu petani setempat Nyoman Darmayasa (45).
Dikatakannya, tikus mulai menyerang tanaman padinya sekitar seminggu lalu. Tikus-tikus itu kata dia memotong batang padi sehingga tanaman rebah dan menguning.
Sejauh ini kata dia sudah dilakukan upaya tradisional seperti berburu tikus dan mengusir "jero ketut" (tikus) secara niskala. "Kami baru mencoba secara pribadi-pribadi untuk menanggulangi hama tikus. Mungkin dalam waktu dekat akan digelar perburuan massal," terkanya.
Pihaknya juga meneruskan keluhan tersebut kepada pekaseh setempat dan diteruskan ke PPL (Petugas Penyuluh Lapang). "Sayang obat-obatan yang diberikan terbatas dan tidak mempan mengusir tikus," ujarnya.
Pantauan di lapangan, tampak tanaman padi seluas 45 hektar di Subak Dukuh rebah dan menguning akibat gigitan tikus. Beberapa petani yang dijumpai di sawah tampak linglung, sebab mereka terancam gagal panen. (nod)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026