Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Putin Mau Kabur dari Rusia, Bawa-Bawa 'Nabi Nuh'
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan memiliki rencana untuk melarikan diri jika negaranya makin menderita kekalahan dalam perang di Ukraina. Hal ini diungkapkan oleh seorang mantan penulis pidato Kremlin, Abbas Gallyamov.
Gallyamov mengungkapkan bahwa seorang sumber membeberkan sejak musim semi, Putin telah mengembangkan rencana cadangan untuk melarikan diri ke Venezuela. Dalam pelarian itu, Putin disebut juga akan membawa beberapa pejabatnya.
"Saya biasanya tidak menceritakan kembali cerita orang dalam, tetapi hari ini saya akan membuat pengecualian. Pertama, saya terlalu mempercayai sumbernya, dan kedua, informasinya sangat menarik," kata Gallyamov di saluran Telegramnya dikutip Newsweek, Kamis (8/12/2022).
Menurut Gallyamov, proyek tersebut secara tidak resmi diberi nama 'Bahtera Nuh'. Argentina dan Venezuela diduga menjadi pilihan utama bagi Putin untuk melarikan diri, tetapi China juga dipertimbangkan pada tahap awal pembicaraan.
"Seperti yang tersirat dari namanya, ini adalah tentang menemukan tanah baru di mana Anda dapat pergi jika menjadi sangat tidak nyaman di tanah air Anda," ujarnya.
"Rombongan pemimpin tidak mengecualikan bahwa dia akan kalah perang, kehilangan kekuasaan dan dia harus segera mengungsi ke suatu tempat."
Gallyamov, yang telah tinggal di pengasingan di Israel sejak 2018, mengatakan sumbernya juga menyebut peran wakil presiden dan kepala staf perusahaan energi Rusia Rosneft, Yury Kurilin, sebagai orang lapangan yang membuat semua pengaturan untuk potensi evakuasi ke Venezuela.
"Di musim panas, dia secara resmi mengundurkan diri dari (Rosneft) dan sekarang mengabdikan dirinya sepenuhnya pada 'Bahtera Nuh,'" paparnya lagi.
Baca juga:
Putin Beri Sinyal Soal Perang Nuklir
"Ia memiliki kewarganegaraan Amerika dan koneksi yang baik. Dia lulus dari Universitas Hayward di California dan bekerja di struktur BP, termasuk di posisi tinggi direktur urusan perusahaan."
Pencarian oleh media AS itu juga menemukan Kurilin masih terdaftar sebagai wakil presiden dan kepala staf Rosneft di beberapa situs. Ini termasuk halaman profil perusahaan yang terpampang di Wall Street Journal.
Sementara itu, pasukan Rusia telah menerima pukulan balasan dari Ukraina. Selain dipaksa mundur dari wilayah Lyman dan Kherson, Kyiv telah melancarkan serangan ke pangkalan militer Moskow yang terletak ratusan kilometer dari wilayah perbatasan.
Hingga saat ini belum ada konfirmasi dari Rusia terkait laboran itu. Namun, Kremlin kerap menunjuk Barat melakukan kampanye propaganda.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2213 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2094 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1553 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1436 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli