Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Raja Salman Tinggalkan RS Usai Jalani Pemeriksaan Kolonoskopi
BERITABALI.COM, DUNIA.
Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz keluar dari rumah sakit pada Minggu (15/5) waktu setempat. Al Arabiya melaporkan, Raja Salman keluar dari rumah sakit setelah melewati pemeriksaan medis dan menyelesaikan rencana pengobatan. Raja Salman juga telah menyelesaikan periode perawatan setelah melakukan kolonoskopi.
"[Raja Salman] mengungkapkan terima kasih dan rasa syukur kepada seluruh anaknya, kepada masyarakat Kerajaan Arab Saudi atas kepedulian dan doanya," demikian pernyataan dari media pemerintah Saudi, SPA.
Raja Salman juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pemimpin regional dan internasional atas doa akan kesembuhannya. Pekan lalu, Raja Salman harus melakukan prosedur kolonoskopi di Rumah Sakit Raja Faisal di Jeddah.
Para dokter kemudian memutuskan Raja Salman harus dirawat dahulu sebelum diizinkan pulang pada hari ini. Ini bukanlah pertama kali Raja Salman masuk rumah sakit.
Raja Salman sempat menjalankan operasi pengangkatan kantong empedu pada 2020. Ia juga sempat masuk rumah sakit pada Maret lalu untuk menjalankan tes medis.
Di bawah pemerintahan Raja Salman, Arab Saudi meluncurkan skema peralihan ekonomi dari minyak dan memberikan lebih banyak hak untuk perempuan.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4453 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2200 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1009 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 947 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun