Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Raja Tabanan Jadi 'Pengusir' Hama Tikus
Penebel
BERITABALI.COM, TABANAN.
Setelah turun di subak kubon tingguh, kecamatan Tabanan, giliran subak Blatung, Kecamatan Penebel akan dikunjungi Raja Tabanan yang telah dinobatkan menjadi "Abiseka Ratu". Kedatangan Raja Tabanan terkait dengan upacara "nangluk merana" ( mengusir hama) tikus yang mengganas di beberapa kecamatan seperti Penebel,Tabanan,dan Marga.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu anggota subak di Blatung, Penebel, Selasa (15/7). "Ratu Cokorda Cokorda Tabanan X (Raja) akan turun ke subak kami tanggal 25 Juli mendatang," jelas salah satu petani setempat.
Di wilayah subaknya, hama tikus mengganas. Mereka nyaris gagal panen musim ini karena serangan "jero ketut" (tikus) kian tak terkendali.
Sementara itu, Minggu (13/7) Upacara "Nangluk Merana" yang dilaksanakan warga Subak Kubon Tingguh, Kecamatan Tabanan digelar sejak pagi hari. Dengan menggunakan sarana tandu khusus, Ida Cokorda Anglurah Tabanan yang baru saja dinobatkan sebagai Cokorda Tabanan X diusung dan diarak keliling areal persawahan di Wilayah Desa Adat Kubon Tingguh sekitar 5 km dari Pusat Kota Tabanan.
Sebelum mengelilingi subak, Ida Cokorda Tabanan bersama seluruh Krama Adat Kubon Tingguh melakukan persembahyangan di Pura Kahyangan desa adat setempat yang melibatkan semua prajuru adat,pekaseh, dan karma (warga) subak, serta Bendesa Adat.
Setelah persembahyangan memohon berkah dan keselamatan dari gangguan hama selesai dilakukan, diiringi gamelan baleganjur, Ida Cokorda-pun diarak memulai pelaksanaan ritual yang dipercayai secara turun temurun oleh karma subak di Tabanan sebagai sarana ampuh disamping obat-obatan pembasmi serangga.
Sambil diarak dan dituntun dengan lembaran kain putih keliling persawahan, Ida Cokorda tak henti-hentinya memercikkan air suci (tirta, red) yang diperoleh dengan cara memohon di Pura Kahyangan Adat setempat.
Percikan air suci diyakini dapat mengusir hama tikus kembali ke tempatnya dan tidak melakukan pengrusakan lagi.
Tiga hari seusai digelarnya upacara nangluk merana itu, hama tikus semakin berkurang dan tikus sudah mulai menghilang dari areal subak. Seperti yang diakui oleh Bendesa Adat Kebon Tingguh, Agung Mastika, Selasa.
"Pada tahun 1960 desa kami pernah melakukan hal serupa dan terbukti mampu mengusir "jero ketut" (tikus)," ungkapnya. (nod)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3310 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman