Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ratha Yatra Krishna Balaram Ashram, Denpasar: Momen Spiritual Bagi Setiap Orang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perayaan kereta suci Jagannatha Ratha Yatra 2026 di Griya Agung Krishna Balaram Ashram, Denpasar, kembali dirayakan secara meriah tahun ini. Festival Hindu ini tampil unik berkat harmoni estetika budaya lokal Bali yang melebur dengan tradisi Veda kuno, menciptakan ajang akulturasi seni, musik, hingga ragam kuliner.
Perpaduan tradisi Ratha Yatra ini sejatinya merupakan amanat historis. Saat mengunjungi berbagai pura besar di Bali pada 2006 silam, Raja Jagannatha Puri, Yang Mulia Sri Gajapati Dibya Singh Dev Maharaja, secara khusus berpesan agar Ratha Yatra di pulau dewata senantiasa memadukan keindahan budaya Bali. Bagi beliau, segala wujud keindahan di dunia adalah refleksi dari keindahan Tuhan Yang Maha Menarik.
“Karena itu, Ratha Yatra selalu dilaksanakan dengan memadukan unsur kebudayaan lokal,” ujar ketua panitia, Wayan Minggu.
Keunikan lain yang tak kalah memikat terletak pada tradisi kuliner. Dalam Ratha Yatra, umat Hindu mempersembahkan patram (daun), puspam (bunga), phalam (buah), dan toyam (air) sebagai wujud kesucian bhakti.
Oleh karena itu, seluruh makanan yang dihaturkan dan kemudian dibagikan kepada ribuan pengunjung merupakan hidangan murni vegetarian (prasadam). Olahan pangan berbasis nabati ini disajikan dengan sentuhan bumbu khas Bali yang menggugah selera sekaligus membawa pesan kedamaian serta kasih sayang terhadap seluruh makhluk hidup.
Festival ini juga dikenal sangat inklusif. Di luar ritual keagamaan, Ratha Yatra membuka ruang perlindungan spiritual bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial.
Sulinggih pemimpin upacara, Ida Dewa Agung Waisnawa Pandita Damodara Pandit Dasa (Guru Pandita), menegaskan pesan mendalam mengenai dimensi humanis dan personal dalam perayaan ini.
“Ratha Yatra ini terbuka untuk siapa saja yang rindu datang kepada Tuhan. Dalam kehidupan yang penuh dengan berbagai masalah ini, orang memerlukan tempat untuk berlindung, curhat, dan mengungkapkan isi hati. Tuhan adalah sahabat yang paling terkasih. Curahkanlah isi hati kita kepada Tuhan. Apa pun permasalahan hidup kita, mengadulah kepada Tuhan. Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik. Beliau adalah Ayah dan sahabat yang sejati bagi semua makhluk hidup,” pesan Guru Pandita.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 738 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan