Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 8 September 2026
Ribuan ABK Kapal Tuna Dirumahkan
Benoa
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Aksi mogok ratusan kapal penangkap ikan tuna di pelabuhan Benoa Denpasar terus berlanjut. Akibat aksi ini, dua ribu lebih ABK sudah dirumahkan oleh pemilik kapal, karena belum ada kejelasan kapan kapal tuna dapat beroperasi kembali. Jika tidak ada solusi segera dari pemerintah, para ABK mengancam akan melakukan demo besar-besaran.
Aksi mogok kapal penangkap ikan tuna berbobot 100 gross ton ini sudah berlangsung selama 2 minggu. Aksi ini dipicu protes pemilik kapal terhadap kebijakan pemerintah yang mengharuskan setiap kapal dilengkapi alat pemantau atau Vessel Monitoring System (VMS).
Pemerintah sendiri sudah menunda kebijakan ini hingga bulan Desember mendatang. Namun para pemilik kapal masih belum mau melaut karena belum mengantongi Surat Laik Operasi (SLO) dari pemerintah.
Sekjen DPP Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI), Dwi Agus Siswa Putra mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu realisasi hasil kesepakatan yang berisi penundaan kewajiban pemakaian VMS dan diberikannnya SLO bagi setiap kapal ikan.
“Keputusan merumahkan ribuan ABK karena pemilik kapal sudah tidak sanggup lagi menggaji para ABK,†kata Dwi Agus Siswa.
Kebijakan pemerintah yang mewajibkan setiap kapal dilengkapi alat pemantau dinilai memberatkan, mengingat harga sebuah alat mencapai 25 juta rupiah.
Selain harga alat yang mahal, biaya air time alat ini mencapai 8 hingga 10 juta rupiah per tahun. Sementara manfaat alat ini tidak begitu signifikan bagi kapal penangkap ikan tuna. (dev)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3205 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 692 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 656 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman