Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Ribuan Burung Ilegal dari Bali Diselundupkan ke Jawa, Populasi Burung Kicau Terancam
beritabali/ist/Ribuan Burung Ilegal dari Bali Diselundupkan ke Jawa, Populasi Burung Kicau Terancam.
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Petugas Karantina di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menyita ribuan burung ilegal dari Bali, Sabtu malam (3/12). Awalnya, informasi ini diperoleh dari FLIGHT: Protecting Indonesia's Birds.
Maraknya perburuan dan perdagangan ilegal mengakibatkan populasi berbagai jenis burung kicau di Bali terus berkurang. Diperkirakan lebih dari 10 ribu burung kicau diselundupkan dari Bali ke Jawa melalui pelabuhan Gilimanuk-Ketapang setiap bulannya.
Burung burung ini diambil dari alam secara ilegal di berbagai daerah di Bali, seperti Tabanan. Untuk memenuhi permintaan pasar pasar burung di Jawa.
"Pelabuhan Gilimanuk di Bali memiliki celah besar yang sering dimanfaatkan pedagang untuk menyelundupkan ribuan burung ilegal ke Jawa setiap bulannya. Mereka diduga kuat bekerjasama dengan oknum aparat sehingga burung ilegal ini dapat lolos ke Pulau Jawa," tutur Marison Guciano, Direktur Eksekutif FLIGHT.
Marison berharap burung sitaan ini dapat segera dilepasliarkan ke alam, bukan dikembalikan ke pemilknya. Karena burung ini diambil dari alam secara ilegal dan dikirim tanpa dokumen yang sah.
Jika tidak ada upaya yang serius untuk menyelamatkan burung burung ini, Marison memperkirakan dalam beberapa tahun ke depan beberapa spesies burung kicau akan dengan sangat cepat menghilang dari alam Bali. (sumber: Suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3305 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 778 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 715 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman