Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Roy Suryo: Dengan TI Kita Bisa Menelusuri Sejarah
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Siapa yang tidak kenal Roy Suryo? Tokoh yang lagi meramaikan jagad media karena temuannya tentang lagu kebangsaan Indonesia Raya. Walaupun sedang jadi kontroversi, Roy ingin menunjukkan bahwa Teknologi Informasi mampu digunakan untuk menelusuri sejarah.
Roy Suryo pagi ini (7/8) bersama 3 pembicara lain yaitu Putu Wiratha Dwikora dan Wayan Juniartha, menjadi pembicara dalam tajuk Teknologi Informasi dan Budaya yang di selenggarakan STIKOM Bali.
Di awal presentasinya Roy, menyampaikan tentang temuannya bersama beberapa aktifis TI. “TI merupakan teknologi tanpa garis batas, dengan TI kita bisa meretrive file-file yang mengandung sejarah, baik itu yang ada di Belanda, Jepang dan lain-lainâ€.
Lebih lanjut Roy juga memaparkan tentang pemanfaatan media sebagai alat komunikasi informasi. “Tidak ada media yang paling unggul, namun yang lebih efektif adalah komunikasi tatap mukaâ€.
Seminar yang berlangsung di Inna Bali Hotel ini dipadati sekitar 150 peserta. Evi Triandini, SP. M.Eng, Kepala P3M yang menjadi panitia seminar menyampaikan bahwa seminar diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis STIKOM Bali yang ke-5.
Sementara itu, I K. Nick Natawibawa, MH, Kepala KPDE Kom yang mewakili Pemerintah Kota Denpasar, dalam sambutan pembukaan menyampaikan “Penguasaan, pengendalian dan pengembangan teknologi informasi yang bersinergi positif dengan budaya dapat menghasilkan peradaban. Peradaban mencerminkan tingkat kualitas kehidupan masyarakatâ€. (gus)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 737 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 559 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan