Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Rudal Rusia Ledakkan Depot BBM di Ukraina Timur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah depot bahan bakar minyak (BBM) di Kota Novomoskovsk, Ukraina timur, meledak imbas serangan rudal Rusia pada Minggu (19/6). Kepala administrasi regional kota itu, Valentyn Reznichenko, mengatakan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat ledakan itu.
Ia menyebut sebanyak tiga rudal Rusia mengenai depot tersebut. Pemadam kebakaran memadamkan kebakaran imbas serangan tersebut.
Sebelum meledakkan depot bahan bakar, Rusia sempat menyerang kota itu dan mengakibatkan sebelas orang terluka, Sabtu (18/6). Kota Novomoskovsk sendiri berada dekat dengan Kota Dnipro.
Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Rusia tengah menyerang wilayah Ukraina timur setelah gagal menguasai Kyiv.
Serangan itu dilakukan karena Kremlin berupaya 'membebaskan' penduduk di Donbas dari 'sasaran genosida' dan 'neo-Nazi' Ukraina.
Tak hanya Novomoskovsk, Kota Severodonetsk menjadi salah satu titik panas pertarungan Rusia-Ukraina saat ini. Jika Kremlin berhasil menguasai Severodonetsk dan Kota Lysyschansk, Rusia bakal menguasai seluruh Provinsi Luhansk.
Luhansk merupakan satu dari dua provinsi yang berada di Donbas. Provinsi lain di wilayah itu adalah Donetsk.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4471 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2266 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1570 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1357 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun