Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sawah Longsor, Saluran Irigasi Mampet
Beritabali.com, Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setelah proyek senderan sisi sungai ambrol dihajar banjir bandang, guyuran hujan yang terjadi di Jembrana beberapa hari belakangan ini juga membuat sejumlah sawah di Subak Pangkung Jajung, Berambang, Negara longsor.
Celakanya, longsoran sawah tersebut juga menimbun saluran irigasi sehingga terancam tidak bisa mengairi sejumlah sawah saat musim tanam yang tiba sebentar lagi.
Baca juga:
Penembakan di Mal Indiana AS, 3 Orang Tewas
Dari informasi yang dihimpun, Jumat (24/9), longsornya sawah tersebut berawal dari guyuran hujan deras yang terjadi beberapa hari belakangan ini.
Hujan itu membuat air pada saluran irigasi tersebut meluber ke sawah warga lantaran pintu airnya tertutup. Akibatnya, tanggul jebol dan airnya menghantam pesawahan sehingga terjadilah longsor.
Kondisi ini membuat seorang warga subak, I Ketut Wandra melayangkan protes tertulis kepada Kelian Subak Pangkung Jajung, Ketut Mandra. Wandra menilai Mandra telah lalai dalam menyikapi musim hujan tersebut lantaran tidak membuka pintu air saat hujan deras itu.
Padahal, sejumlah warga telah menginformasikan kepada kelian subak agar pintu air di saluran irigasi tersebut agar dibuka. Surat protes ini juga ditembuskan perbekel setempat, Bupati Jembrana, Dinas PU Jembrana, DPRD Jembrana.
Dalam suratnya itu, Wandra berharap agar pihak-pihak ini menindak tegas atas kelalaian Mandra. “Kalau saja pintu airnya dibuka tentu sawah kami tidak sampai rusak seperti ini,†terang Wandra Jumat (25/9).
Sementara itu Mandra ketika dikonfirmasi Jumat (25/9) membantah kalau pihaknya dikatakan melakukan kesengajaan membiarkan pintu dalam kondisi tertutup.
Menurut Mandra, dirinya tidak menduga kalau hujan datang selebat itu yang menyebabkan air meluap hingga menjebolkan tanggul.
Selain itu kata Mandra, di balik pintu air itu juga masih terdapat proyek lanjutan irigasi yang bila dibuka dikhawatirkan akan menyebabkan proyek tersebut berantakan.
“Kejadian itu murni disebabkan oleh alam dan bukan karena kesengajaan . Tidak ada yang menyangka kalau hujan akan terus terusan dan lebat seperti itu,†terangnya.
Untuk memperbaiki kerusakan saluran irigasi tersebut Mandra mengaku akan mengerahkan 40 krama subak secara gotong royong. “Kami juga sudah melaporkan kejadian ini secara lisan kepada Dinas PU,†katanya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5978 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4666 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan