Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
SBY Kagumi Goa Gong di Pacitan
Pacitan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Pacitan. Nama Goa Gong bukan saja ada di Bali, Pacitan Jawa Timur juga ada obyek wisata Goa Gong yang tak kalah menarik. Pesona yang dihadirkan Goa Gong dikagumi Presiden SBY saat dalam perjalanannya bersama rombongan menuju Yogyakarta ( 17/10/2013 ).
Seperti dikutip dalam akun Facebook Susilo Bambang Yudhoyono, Goa Gong terletak di desa Bomo, kecamatan Punung, kabupaten Pacitan, sekitar 30 km dari pusat kota Pacitan. Goa ini dinamakan goa gong karena konon suara seperti gong kerap terdengar dari dalam goa. Hal unik lainnya dari goa ini adalah adanya bagian-bagian goa yang diberi nama.
Stalaktit dan stalakmit diberi nama Selo Giri, Selo Citro Cipto Agung, Selo Pakuan Bomo, Selo Adi Citro Buwono, Selo Bantaran Angin dan Selo Susuh Angin.
Sementara sumber air diberi nama Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan, dan Sendang Relung Nisto. Menurut penduduk setempat, sumber air ini dipercaya memiliki nilai magis untuk menyembuhkan penyakit.
Ketika berita ini ditulis, ada 6, 861 orang menyukai artikel yang di posting 3 jam sebelumnya. Kunjungan wisata rombongan SBY, juga dibagi oleh pengguna Facebook sebanyak 159 orang dan 853 dari komentar yang bernada positif sampai yang bernada negatif.
Predy Brah Kumara dalam akun Facebooknya memberi komentar, “Bapak Presiden tingkatkan pariwisata di Pacitan agar Pacitan terkenal di mancanegara, bahwa Pacitan punya potensi pariwisata “, tulisnya.
Pemilik akun lainnya, Rhiza’s David memanfaatkan akun ini untuk curhat, “ Seneng ya pak jalan-jalan terus, saya mikirin buat makan keluarga saya juga udah susah, kapan saya bisa jalan - jalan ama keluarga “, keluhnya yang diakhiri emoction beraut sedih.
Masih dalam tulisan di akun Facebook SBY, Obyek Wisata Goa Gong di Pacitan menyuguhkan Stalaktit dan stalakmit, adalah mineral sekunder yang merupakan khas goa karst (goa kapur). Stalaktit merupakan batuan yang meruncing ke bawah, sedangkan stalakmit merupakan batuan hasil tetesan stalaktit di atasnya sehingga berbentuk meruncing ke atas. Pertumbuhan stalaktit dan stalakmit tergolong sangat lambat, rata-rata pertumbuhannya adalah 0,13 mm per tahun. (eja)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5729 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan