Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Sebelas Imigran Tewas Dalam Kapal Karam di Pantai Libya
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang penjaga pantai Libya menemukan 11 jenazah imigran termasuk seorang anak setelah kapal mereka tenggelam di dekat pantai Afrika Utara.
Mengutip AFP, Rabu (26/4), penjaga pantai juga membantu setidaknya empat orang yang selamat dari kecelakaan kapal itu dan berhasil berenang ke pantai setelah kejadian tersebut.
Ini adalah tragedi migran terbaru di sekitar Afrika Utara setelah kapal migran tenggelam minggu lalu di sebelah barat Tripoli yang menewaskan sedikitnya 34 orang. Otoritas di Kota Garabulli, sekitar 50 kilometer (30 mil) di sebelah timur Tripoli, mendapat laporan tentang jasad yang terapung di air beberapa meter dari pantai.
Mereka menemukan jenazah 10 laki-laki dan seorang gadis, kemudian menaruh mereka dalam tas jenazah putih dan menyelamatkan para korban yang terlalu lelah untuk lari.
Para korban berusaha memulihkan nafas dan kekuatan mereka setelah menerima makanan dan minuman dari penyelamat.
Salah satu pengungsi mengatakan bahwa kapal itu membawa sekitar 80 orang sebelum tenggelam di dekat pantai. Beberapa orang melarikan diri setelah berenang kembali ke pantai, tetapi nasib pengungsi lain tidak jelas.
Mereka yang ada di atas kapal yang karam tersebut berasal dari berbagai negara, termasuk Bangladesh, Mesir, dan Pakistan, sesuai dengan paspor yang ditunjukkan oleh para korban selamat.
Pada malam hari, penjaga pantai melakukan misi kedua untuk menyelamatkan para migran yang ada di atas kapal lain yang sedang mengalami kesulitan di kota yang sama.
"Kami menyelamatkan 61 migran yang ada di atas kapal lain dan mereka semua aman, mereka berasal dari Suriah, Pakistan, Bangladesh, dan negara-negara Afrika," kata seorang pejabat dari penjaga pantai Garabulli kepada AFP.
Sementara itu, lebih dari satu dekade kekerasan di Libya sejak jatuhnya dan pembunuhan diktator Moamer Kadhafi pada 2011 telah membuat negara tersebut menjadi tempat subur bagi penyelundup manusia yang telah dituduh melakukan penindasan mulai dari pemerasan hingga perbudakan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4463 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2231 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun