Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 4 November 2026
Sektor Pariwisata Riskan, Bali Perlu Merevitalisasi Sistem Pertanian
Rabu, 10 Oktober 2018,
23:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Bali memerlukan langkah strategis untuk menanggulangi sektor pariwisata yang cukup riskan salah satunya adalah revitalisasi sistem pertanian untuk mem-back up sektor wisata.
[pilihan-redaksi]
"Sektor pertanian juga bisa mendongkrak sektor lainnya seperti Industri Kecil dan Menengah,” tandasnya saat dalam acara International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality yang juga merupakan rangkaian dari even IMF-World Bank Forum 2018 di Hotel Anvaya, Kuta, Rabu (10/10).
"Sektor pertanian juga bisa mendongkrak sektor lainnya seperti Industri Kecil dan Menengah,” tandasnya saat dalam acara International Conference on Inclusive Economic Growth: Reducing Poverty and Inequality yang juga merupakan rangkaian dari even IMF-World Bank Forum 2018 di Hotel Anvaya, Kuta, Rabu (10/10).
Lebih lanjut Ia juga menyebutkan bahwa Bali merupakan Provinsi terbaik ke empat di Indonesia. Hal itu bisa dilihat dari tingginya pertumbuhan ekonomi, rendahnya angka kemiskinan, tingginya kapabilitas penduduk dalam mengakses berbagai kesempatan, serta tingginya persamaan gender serta kesenjangan sosial yang rendah. Meski demikian, ia mencatat di Bali pertumbuhan sektor manufaktur cukup rendah, karena sektor utama Bali adalah industri pariwisata.
Terkait kondisi nasional, Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro juga mengatakan, masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial memang masih ada di Indonesia. Ia menambahkan angka kemiskinan saat ini di Indonesia memang tercatat di titik terendah, namun pemerintah tetap mengupayakan pengentasannya. “Salah satunya adalah dengan mengurangi subsidi yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Selain masalah kemiskinan hal yang menjadi perhatian pemerintah adalah kesenjangan sosial. Ia menambahkan beberapa hal yang menyebabkan lambatnya penanganan kemiskinan dan kesenjangan antara lain kurangnya akses pelayanan keuangan di daerah pinggiran, kepemilikan lahan sampai saat ini mayoritas dari kalangan menengah ke atas, kurangnya akses teknologi informasi hingga ke pelosok serta masih banyak daerah-daerah pinggiran yang terdampat bencana alam. Beberapa langkah pemerintah untuk menguranginya antara lain peningkatan sistem pendidikan, kesehatan serta nutrisi untuk masyarakat dan peluasan lapangan pekerjaan.
Sementara itu, Presiden IFAD Gilbert F Houngbo menekankan pentingnya peningkatan sistem pertanian untuk mengurangi angka kemiskinan di dunia. Ia menyatakan bahwa kemiskinan banyak terjadi di daerah pinggiran daripada di daerah perkotaan, sehingga Ia menekankan pentingnya perluasan lahan pekerjaan di daerah tersebut seperti petani maupun nelayan.
[pilihan-redaksi2]
Menurutnya IFAD adalah lembaga khusus PBB yang bertujuan untuk menyediakan pendanaan dan menggerakkan sumber-sumber tambahan untuk program-program yang khusus dirancang untuk pengembangan ekonomi wilayah miskin, terutama dengan mengembangkan produktivitas agrikultural.
Menurutnya IFAD adalah lembaga khusus PBB yang bertujuan untuk menyediakan pendanaan dan menggerakkan sumber-sumber tambahan untuk program-program yang khusus dirancang untuk pengembangan ekonomi wilayah miskin, terutama dengan mengembangkan produktivitas agrikultural.
Misi IFAD adalah untuk memberdayakan masyarakat miskin di pedesaan dengan tujuan menghapuskan kemiskinan. IFAD bergerak di bidang pertanian dengan dasar bahwa 75% penduduk miskin di dunia—sejumlah 720 juta manusia—hidup di daerah terpencil dan sangat bergantung dengan aktivitas pertanian untuk mempertahankan hidupnya. Ia juga menambahkan dalam melakukan aktivitasnya, IFAD bekerjasama dengan pemerintah, donor, organisasi non-pemerintahan, dan rekanan lainnya. IFAD berfokus pada solusi country specific, yang akan meningkatkan akses penduduk miskin kepada jasa finansial, pasar, teknologi, lahan, dan sumber daya alam. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 585 Kali
04
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 458 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026