Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Sering Talangi Uang Setoran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Supir bus AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) yang beroperasi pada jalur Denpasar-Gilimanuk, kini nasibnya semakin merana. Pasca kejadian Bom Bali II tahun 2005 silam, jumlah penumpang yang menggunakan jasa trayek angkutan ini merosot tajam.
Salah satu sopir, Ketut Wibawa (37) yang ditemui di Terminal Negara, Rabu (27/2), mengaku pendapatannya dari tahun ke tahun semakin merosot. Penurunan penghasilannya bermula dari kejadian Bom Bali I yang sempat menggegerkan dunia perekonomian Bali, ditambah lagi dengan kejadian Bom Bali II.
“Selain Bom Bali, tingkat kepemilikan sepeda motor sekarang banyak sekali. Masyarakat lebih memilih pakai sepeda motor, daripada pakai angkot,” keluh Wibawa. Ketika ditanya penghasilannya, Wibawa mengaku maksimal membawa penghasilan bersih sebesar Rp. 50.000 per hari.
Padahal sebelumnya ia bisa mengantongi penghasilan hingga Rp. 300.000. “Kalau dulu, saya dua kali pulang pergi sudah dapat tiga ratus ribu, tapi sekarang paling banyak dapat lima puluh ribu,” lanjut Wibawa. Selain penghasilannya yang turun drastis, Wibawa pun mengaku sering 'norok' (menalangi-red) uang setoran. “Beli bensin saja kadang tidak cukup.
Akibatnya, saya sering norok setorang sama bos. Bos kan tidak peduli saya dapat penumpang atau tidak, yang penting saya tetap nyetor,” ujarnya lagi Kini Wibawa dan sopir AKDP lainnya hanya bisa pasrah menunggu pemerintah menerapkan kebijakan yang berpihak kepada sopir. Terlebih mengemudi merupakan sumber utama mata pencaharian para sopir.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5852 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan