Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Sesosok Mayat Perempuan Ditemukan Mengambang
Beritabali.com, Gilimanuk
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sesosok mayat perempuan tak dikenal alias Mrs X ditemukan mengapung di areal dermaga pos 1 dan 2 Pelabuhan LCM Gilimanuk, Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana, pada Minggu (26/5). Saat ditemukan kondisi mayat masih lemas.
Mayat Mr X itu ditemukan oleh warga sekitar dermaga LCM setempat, sekitar pukul 16.30 Wita. Sejumlah warga setempat sebelumnya sempat curiga melihat dari kejauhan ada sosok seperti manusia mengambang.
Setelah didekati, ternyata mayat mengambang, memakai baju warna hitam dan celana warna merah, jelas warga setempat.
Aparat kepolisian Polres Jembrana dibantu tim identifikasi melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Untuk sementara, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Mayat Mrs X berciri-ciri, berkulit sawo matang dan setinggi 155 cm ini diperkirakan berumur 50 tahunan, langsung diangkut ke RSUP Sanglah untuk dilakukan otopsi.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP.I Ketut Suparta pada Minggu (26/5), menurut hasil pemeriksaan dari dokter RSU Negara, sementara ini pihaknya tidak menemukan identitas korban.
Kepolisian menghimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga sesuai ciri-ciri yang disebut tadi, segera melapor ke polisi terdekat. (jsp))
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 466 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun