Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Sikapi Rasionalisasi ASN, Pastika Himbau Jajarannya Tingkatkan Kualitas Diri
Senin, 6 Juni 2016,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Denpasar. Wacana rasionalisasi terhadap 1 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh pemerintah pusat yang berkembang belakangan ini mendapat respon dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pastika meminta agar para ASN di jajaran Pemprov Bali tetap meningkatkan kualitas diri agar bisa melewati proses rasionalisasi tersebut.
Menurut Pastika rasionalisasi ASN yang rencananya akan dilaksanakan di seluruh daerah di Indonesia, akan turut mempengaruhi jumlah ASN di Bali. Untuk itu, para ASN di Bali khususnya Pemprov Bali diminta siap menerima kebijakan pusat tersebut.
“Saudara-saudara walaupun ini belum tentu benar, mulai tahun depan hingga tahun 2019, PNS yang ada saat ini akan mengalami pengurangan hingga mencapai 1 juta orang. Saat ini menurut data jumlah seluruh Indonesia mencapai, 4,5 juta orang, memang terlalu banyak menurut saya,” ujar Pastika saat memimpin apel, di Denpasar, Senin (6/6/2016).
Gubernur Pastika menjelaskan tahapan rasionalisasi akan dilaksanakan melalui proses penilaian oleh pemerintah pusat bekerjasama dengan pemerintah daerah berdasarkan 3 kriteria utama yakni memiliki kompetensi, memiliki kualifikasi dan memiliki kinerja yang baik.
“Kapan berkurang, apa ukurannya pengurangan itu, ada 3 kriteria besar yang harus dilalui. Yang pertama, jika seorang ASN memiliki kompetensi, memiliki kualifikasi dan berkinerja baik, maka ini yang harus dipertahankan. Yang harus mulai dihitung yakni, yang punya kompetensi, tidak memenuhi standar kualifikasi dan berkinerja baik, ini harus disekolahkan, sehingga berkualifikasi sesuai standar untuk posisinya. Yang ketiga, tidak berkompeten, tetapi berkualifikasi dan kinerjanya juga tidak begitu, yang ini yang goyang-goyang, dan yang paling celaka lagi jika ada yang tidak berkompeten, tidak memenuhi kualifikasi serta kinerjanya tidak baik, ini yang kemungkinan kena rasionalisasi, itu sandar yang harus dipenuhi,”katanya.
Ditambahkannya proses penilaian kinerja tersebutlah yang harus dilalui masing-masing ASN, disamping adanya rasionalisasi alami yakni adanya ASN yang memasuki masa pensiun. Setiap tahun ada pegawai yang pensiun, tetapi hanya bisa diangkat ASN seperempatnya saja atau sekitar 25 persen.
“Ini merupakan kebijakan zero growth, bahkan kalo bisa minus,” pungkasnya. [der/bbn]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5980 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2307 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026