Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sparsa Rupa, Pameran Seni di Gianyar yang Mengajak Pengunjung Menyentuh Karya
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seniman sekaligus akademisi, Ida Bagus Komang Sindu Putra, menghadirkan pendekatan berbeda dalam dunia seni rupa melalui pameran tunggal bertajuk "Sparsa Rupa".
Pameran yang merupakan bagian dari karya disertasi program doktoralnya ini digelar di Kulidan Kitchen & Space, Banjar Wangbung, Jalan Garuda Wisnu, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
Melalui pameran tersebut, Sindu Putra mengajak pengunjung merasakan pengalaman seni yang tidak hanya mengandalkan indra penglihatan, tetapi juga sentuhan, pendengaran, dan interaksi langsung dengan karya.
Menurut Sindu Putra, ruang pamer seni selama ini lebih banyak menempatkan karya untuk dinikmati dari kejauhan sehingga pengalaman estetik pengunjung terbatas pada apa yang dilihat.
“Ruang pamer selama ini cenderung menempatkan karya pada jarak tertentu. Pengunjung diminta mengamati tanpa menyentuh, sehingga pengalaman estetik lebih banyak dibatasi oleh mata,” ujarnya.
Melalui "Sparsa Rupa", konsep tersebut dibalik. Pengunjung justru dipersilakan menyentuh, meraba, mendengar, dan mengalami karya secara langsung menggunakan tubuh sebagai media utama untuk memahami makna yang terkandung di dalamnya.
“Sentuhan menjadi jalan utama untuk mengenali karya. Permukaan, tekstur, tekanan, kontur, tonjolan, lapisan, hingga resistensi material membuka cara membaca yang lebih lambat dan lebih dekat. Makna tidak hadir sekaligus, melainkan tumbuh melalui gerak tangan dan hubungan langsung antara tubuh dengan material,” ungkap Sindu Putra.
Pameran ini menghadirkan sepuluh karya yang lahir dari perenungan mengenai esensi kehidupan. Berbagai pengalaman manusia, seperti kesunyian, pertumbuhan, keraguan, hingga tekanan hidup diterjemahkan melalui tekstur, material, dan bunyi yang muncul ketika karya disentuh.
Alih-alih disampaikan melalui narasi, pesan kehidupan dihadirkan lewat ritme permukaan, kedalaman tekstur, perubahan material, dan interaksi fisik antara pengunjung dengan karya.
Secara keseluruhan, "Sparsa Rupa" menampilkan sembilan instalasi dua dimensi serta satu objek tiga dimensi. Seluruh karya dirancang agar dapat disentuh sehingga pengalaman taktil menjadi bagian utama dalam proses apresiasi seni.
Selain sentuhan, unsur bunyi juga dihadirkan untuk memperkuat orientasi ruang, ritme, serta intensitas interaksi antara tubuh dan material. Perpaduan sentuhan, suara, dan ruang tersebut menciptakan pengalaman artistik yang tidak bergantung sepenuhnya pada indra penglihatan, sekaligus menawarkan perspektif baru dalam menikmati karya seni rupa.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2288 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan