Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Subak Jatiluwih Tak Dapat Retribusi Pariwisata
Tabanan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Subak Jatiluwih, yang berada wilayah Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan merasa kecewa. Kekecewaan itu dilontarkan karena selama ini penghasilan dari retribusi karcis masuk pariwisata tidak pernah dinikmati oleh subak. Padahal wisatawan yang datang ke Jatiluwih menyaksikan indahnya panorama hamparan sawah yang dikelola oleh subak.
Rasa kecewa ini diungkapkan oleh Krishna salah satu anggota Subak Jatiluwih. Dikatakannya, selama ini subak Jatiluwih tidak mendapatkan kontribusi dari pendapatan masuk karcis pariwisata.
Sepengetahuannya, penghasilan dari retribusi karcis masuk pariwisata ke wilayah Jatiluwih dalam satu bulan mencapai Rp 25 Juta. Dari penghasilan sebesar itu 20 persennya digunakan untuk gaji karyawan yang bertugas memungut retribusi dan biaya kebersihan. Hasil potongan 20 persen itu kemudian dibagi lagi menjadi dua antara Pemkab Tabanan dengan Desa.
"Pemda mendapatkan sekitar 10 juta dan Desa Rp 10 Juta," jelasnya.
Pendapatan yang diterima oleh Desa Jatiluwih kemudian dibagi lagi menjadi tiga. Yakni Desa mendapatkan 35 persen, Adat Jatiluwih mendapatkan 39 persen dan Adat Gunung Sari mendapatkan 26 persen.
"Sedangkan Subak Jatiluwih yang luasnya mencapai kurang lebih 303 hektar tidak mendapatkan hasil dari retribusi," jelasnya.
Ia sangat menyayangkan kenapa Subak yang menjadi penyangga terakhir pertanian justru tidak mendapatkan hasil retribusi pariwisata.
"Wisatawan ke sini menyaksikan pemandangan hamparan sawah luas berundak-undak, sawah itu dikelola oleh subak," tandasnya.
Sebagai petani kecil yang masih kukuh mempertahankan subak ia hanya berharap kepada pemerintah agar hasil retribusi pariwisata dapat dinikmati oleh subak.
"Dana itu nantinya bisa digunakan sebagai perbaikan sejumlah irigasi yang rusak ataupun jalan subak yang rusak," tambahnya.
Masih menurutnya Subak Jatiluwih terdiri dari tujuh subak yakni subak telabah gede, subak besi kalung, subak kedamian, subak uma duwi, subak gunung sari, subak uma kayu, dan subak kesambi. Yang luasanya mencapai 303 hektar.
Perlu diketahui bagi wisatawan asing yang mengunjungi kawasan Jatiluwih dikenai biaya per kepala Rp 10 ribu . Karcis masuknya disediakan oleh Pemkab Tabanan dan petugas retribusi diambil dari warga masyarakat setempat.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6041 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2366 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan