Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Suporter Bola di Stadion Dipta Rusuh dan Bawa Pisau Ditangkap
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Suporter sepak bola melakukan kerusuhan di Stadion Dipta pada Jumat sore (19/10). Di antara mereka juga kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau. Kerusuhan itu berlangsung saat laga Bali United melawan Persebaya.
Suporter tersebut tampak jalan kaki beramai-ramai lalu menarik pagar dari terali besi. Pagar yang ditarik sampai menganga. Aksi kian menjadi-jadi, meskipun sudah ada polisi yang menenangkan mereka. Karena terus berbuat onar, akhirnya, polisi mengambil sikap tegas.
Terkait kejadian tersebut, Kapolres Gianyar, AKBP Ketut Widiada didampingi Kanit Reskrim Polres Gianyar Iptu Titan Kurniawan membenarkan.
"Kami tim opsnal sat reskrim Polres Gianyar sudah mengamankan beberapa orang dari kejadian yang terjadi di Stadion Kapten I Wayan Dipta saat pertandingan Persebaya vs BU," ujar dia.
Dugaan awal, kerusuhan dipicu suporter ingin masuk tanpa tiket. Ditambah mereka kena pengaruh alkohol. Selanjutnya, terkait suporter membawa pisau, terjadinya saat suporter masuk ke gate tribun. Penjaga di gate menjaring 2 orang suporter pembawa senjata tajam.
"Yang kami amankan terkait membawa sajam serta melakukan provokasi sudah kita amankan ke Polres untuk kita proses lebih lanjut," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 474 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 312 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 227 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun