Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Swedia Daftar Anggota NATO, Tak Hiraukan Ultimatum Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Swedia resmi mendaftar sebagai anggota Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) terlepas dari ultimatum Rusia yang menolak keras langkah tersebut. Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde menandatangani dokumen aplikasi yang menandai langkah resmi Stockholm untuk bergabung dengan aliansi pimpinan Amerika Serikat tersebut.
"Rasanya sangat besar, sangat serius, dan rasanya kami telah sampai pada kesimpulan yang terbaik untuk Swedia," ucap Linde pada Selasa (17/5).
"Kami tidak tahu berapa lama, tapi kami hitung (proses) ini bisa sampai satu tahun. Dalam pekan ini, pendaftaran ini akan diajukan, bersama dengan Finlandia, dalam satu atau dua hari kemudian akan diproses oleh NATO," paparnya menambahkan seperti dikutip CNN.
Sehari sebelum penandatangan dokumen tersebut, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson menegaskan bahwa negaranya harus bergabung dengan NATO bersama dengan tetangganya, Finlandia.
Hal itu, kata Andersson dilakukan guna "memastikan keselamatan rakyat Swedia."
Swedia sampai-sampai harus mengubah haluan sebagai negara "netral" yang sudah dipegang selama tujuh dekade demi bisa bergabung dengan NATO.
Ambisi Swedia bergabung dengan NATO semakin besar selepas Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari lalu. Parlemen Swedia bahkan sempat tegang selama beberapa pekan terakhir memperdebatkan rencana masuk NATO ini.
Namun, setelah perdebatan panjang, partai itu akhirnya memutuskan untuk mendukung pendaftaran Swedia masuk NATO. Tak lama setelah itu, sejumlah oposisi pun mengindikasikan dukungan mereka.
Banyak pihak di Swedia memang menganggap keanggotaan NATO hanya akan memicu amarah Rusia yang bisa berdampak buruk bagi negara tersebut.
Berbeda dengan Finlandia yang sempat berperang melawan Uni Soviet di Abad ke-20, Swedia sudah hidup damai sejak perang Napoleon selesai.
Tahun lalu, hanya sekitar 40 persen dari publik Swedia yang mendukung negaranya masuk NATO. Meski demikian, persepsi itu mulai bergeser ketika Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru, kini lebih dari 60 persen responden mendukung negaranya untuk mendaftar jadi anggota NATO.
"Sebelumnya, saya pikir itu tak perlu, tapi sekarang rasanya lebih baik jika ada negara-negara yang bakal membela pertahanan kami," ujar seorang warga, Cecilia Wikstron.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4460 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2210 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1009 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 947 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun