Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Tak Kunjung Mendapatkan Bantuan Pemerintah
BERITABALI.COM, TABANAN.
Keberadaan SMP Kelas Jauh di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan yang dibuka sejak tiga tahun lalu, mampu menyelamatkan ratusan siswa SD yang nyaris putus sekolah. Meski demikian, usulan sekolah baru (USB) yang telah dikirim tokoh masyarakat Pujungan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan maupun Propinsi hingga kini belum terealisasi.
Sebelum dibukanya SMP Kelas Jauh di Desa Pujungan yang menggunakan tempat belajar SMAN yang ada di Pujungan, ratusan siswa tamatan SD putus sekolah. Mereka enggan melanjutkan ke SMP lantaran SMP hanya ada di kota Pupuan.Jarak antara Pujungan dan Pupuan lumayan, sehingga membebani orang tua murid karena harus menambah biaya kendaraan, jelas I Gede Rima Yasa tokoh masyarakat Pujungan.Mantan Kepala Desa Pujungan ini , merasa sedih karena banyaknya siswa tamatan SD di desanya putus sekolah. Tahun 2007 lalu timbul niatnya membuka sekolah jauh SMPN 4 Padangan di Desanya.
Sejumlah tokoh masyarakat di kumpulkan, begitujuga dengan pihak sekolah SMAN yang ada di Pujungan. Akhirnya disepakati membuka SMP kelas jauh yang proses belajar mengajarnya dilakukan siang hari di gedung SMAN yang ada di Pujungan.Awalnya siswa yang menempuh pendidikan SMP kelas jauh ini sebanyak 60 siswa. Dan sekarang sudah mencapai 200 murid mulai dari kelas I sampai kelas 3,jelasnya.
Sekarang tidak hanya tamatan dari SD Pujungan saja yang menimba ilmu di sekolah jauh itu, tapi tamatan SD Uma Jero, Kabupaten Buleleng yang bersebelahan dengan Desa Pujungan juga banyak sekolah di SMP Kelas Jauh itu.Selama tiga tahun berjalan, diakuinya beberapa kendala dialami. Namun masih dapat diatasi meski harus mengerut dahi. Dirinya juga merasa beruntung karena guru-guru yang dilibatkan mengajar di SMP kelas jauh adalah kebanyakan guru yang sifatnya sukarela mengajar siswanya.
Honornya kita banyar satu tahun sekali, besarnya pun tidak sebanding dengan tenaga dan keahlian yang mereka berikan, tambahnya.
Pihaknya juga telah mengusulkan agar SMP Kelas Jauh ini ditidaklanjuti dengan pembangunan sekolah baru.
Mengingat semakin banyaknya siswa yang menempuh pendidikan di sekolah tersebut.Kami sudah usulkan baik ke Disdik Tabanan maupun Disdik Propinsi, katanya menambahkan. Namun sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi tindak lanjut dari usulan tersebut.Saya sempat mendapatkan informasi katanya usulan sekolah baru yang kita minta datanya telah masuk ke Jakarta,pungkas mantan kepala desa yang kini dipercaya mejnadi anggota DPRD dari Partai Demokrat ini menutup pernyataanya.
Sementara itu Perbekel Desa Pujungan I Gede Santiartha menambahkan, sejauh ini keberadaan SMP Kelas Jauh di Desa Pujungan mendapatkan perhatian dari desa. Bahkan Desa memberikan anggaran setiap tahunya sebesar Rp 1 Juta yang bersumber dari dana ADD (Alokasi Dana Desa ).Kami juga menyalurkan besiswa kepada murid kelas jauh dari program PNPM Mandiri, tegasnya. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan usulan sekolah baru (USB) karena hal tersebut sudah mendesak.
Kami yakin pemerintah mendengar keluhan kami ini, apalagi apa yang kami lakukan sebagai bentuk membantu program pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, pungkasnya. (nod)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6006 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2663 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2329 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan