Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 10 Juni 2026
Tanah Lot Juga Tolak Taksi Uber, Grab, dan Gojek
Kamis, 21 Januari 2016,
20:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Penolakan terhadap keberadan Uber taksi dan Grab taksi terus meluas. Giliran paguyuban Transportation Tanah Lot melakukan penolakan. Mereka pun memasang spanduk melarang adanya taksi, Uber, Grab-taxi, bahkan Gojek.
Ketua Paguyuban Transportation Tanah Lot I Ketut Dauth ( 53) , Kamis ( 21/1/2016) merasa keberatan dengan adanya uber dan grab taksi.
“Kami merasa dirugikan, apalagi tarif Uber dan Grab-Taxi itu tarifnya murah sekali, bahkan diluar logika. Katanya kalau sampai Kuta cuma bayar Rp 80 ribu, lalu bagaimana dengan kami-kami ini,” ungkapnya.
Keberadaan uber dan grab Taxi membuat pendapatan 30 driver turun drastis.
“Anggota kami banyak yang mulai khawatir dengan keberadaan uber dan grab taksi tersebut,” tandasnya.
Uber dan grab taksi ini sudah beberapa kali diperkoki masuk ke wilayah Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot mengambil dan menurunkan penumpang.
“Karena kami tidak mau berkonflik, untuk sementara kami biarkan sebelum kami berkoordinasi langsung dengan adat, bagaimana tindak lanjutnya,” tandasnya.
Kepada Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Kabupaten Tabanan I Made Agus Hartawiguna menyampaikan bahwa secara teknis izin operasional penyedia transportasi yang operasional lintas Kabupaten di Bali dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali.
“Dan kalau memang belum memiliki perizinan semestinya tidak boleh beroperasi,” ungkap pejabat asal Penebel ini.
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026