Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tiga Ekor Penyu Dilepas Kembali
Perancak
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih Selasa (11/12) siang kembali melepas tiga ekor penyu yang ditemukan terperangkap jaring oleh nelayan Desa Perancak.
Dua dari tiga ekor penyu tersebut berjenis Penyu Hijau yang diperkirakan berusia 7 tahun, dan satu ekor lainnya berjenis Penyu Lekang yang diperkirakan berusia 15 tahun.
Gede Artawan, nelayan yang menemukan penyu tersebut menuturkan dirinya menemukan penyu tersebut terperangkap jaring-jaring bekas, ketika dirinya sedang mencari ikan di perairan Selat Bali.
“Tyang (saya-red) menemukan penyu ini di perairan Selat Bali. Waktu itu saya hanya melihat jaring yang mengapung, karena penasaran akhirnya jaring tersebut saya angkat. Ternyata jaring tersebut berisi penyu. Selain saya, paman saya juga menemukan dua penyu lagi,†jelas Artawan.
Sementara, Kepala Bidang Konservasi Kelompok Pelestari Penyu Kurma Asih, Wayan Anom menyambut baik tindakan masyarakat yang tidak menjual penyu yang mereka temukan saat melaut.
“Penyu-penyu itu bisa saja dijual dengan harga Rp. 250 ribu per ekornya, tetapi mereka lebih memilih untuk menyerahkan kepada kami untuk kemudian kami lepaskan lagi ke laut,†ujar Anom. (eka)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2032 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1980 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun