Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Tiga Tahun Terakhir, Klungkung Catat Penurunan Angka Stunting Signifikan
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Secara bertahap angka stunting di Kabupaten Klungkung berhasil ditekan. Bahkan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Klungkung mencatatkan angka stunting terendah yakni di kisaran 4,7 persen atau sekitar 504 anak - anak yang tersebar di wilayah 4 Kecamatan.
Penurunan angka stunting di Kabupaten Klungkung bisa dikatakan cukup signifikan, jika dibandingkan angka stunting pada tahun 2021 di Klungkung yang mencapai 19,4 persen. Angka tersebut berhasil ditekan dimana tahun 2022 tersisa sekitar 7 persen dan tahun 2023 ini menjadi 4,7 persen.
Menurut Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, jika berbicara soal stunting di Klungkung bukan semata-mata disebabkan oleh faktor ekonomi keluarga. Namun ada beberapa faktor lain juga ikut mempengaruhinya, seperti misalnya temuan ketika menjalani program bedah desa, Bupati Suwirta mengaku tidak sedikit menemukan masalah stunting dikarenakan faktor pola asuh dan tidak mendapat asupan makanan yang baik.
"Misalnya, ada anak-anak ditinggal kerja oleh orangtuanya, kemudian anak ini dititip kepada kakek dan neneknya yang tidak banyak tahu soal kesehatan. Anak-anak ini diberikan makanan yang asupan gizinya tidak cukup. Sehingga tumbuh kembang anak jadi kurang," kata Suwirta.
Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu perhatian dan intervensi Pemkab Klungkung bersama PKK dalam arti pentingnya memastikan generasi yang sehat dan berkualitas dengan cara turun memberikan bantuan berupa susu serta makanan tambahan lainnya.
Baca juga:
Pj Gubernur Ajak DPRD Entaskan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting di Bali
Sementara itu, PJ Ketua PKK Provinsi Bali, Ida Mahendra Jaya didampingi Ketua PKK Klungkung, Nyonya Ayu Suwirta mengatakan, seluruh anak-anak yang tercatat stunting ini wajib mendapat perhatian dari PKK agar bisa terus dipantau tumbuh kembangnya.
"Tujuannya agar benar-benar berhasil dengan pemberian makanan tambahan, dan menjaga kesehatan anak-anak ini juga dengan membersihkan gigi mereka setiap hari,” terang Ida Mahendra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2939 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun