Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Tradisi Metekap Jadi Atraksi Wisata di Jatiluwih Festival
BERITABALI.COM, TABANAN.
Salah satu sajian budaya yang menjadi penutup di Festival Jatiluwih V adalah atraksi metekap (bajak sawah) tradisional dengan menggunakan sapi.
Manajer DTW Jatiluwih Ketut Purna pada Minggu, (7/7) mengatakan disajikannya atraksi metekap (bajak sawah) dari rangkaian penutupan event Festival Jatiluwih V ini bertujuan untuk menghidupkan kembali budaya Bali yang mulai ditinggalkan.
"Lewat tradisi metekap ini kami kembalikan lagi kearifan lokal yang sudah lama, untuk kita hidupkan. Melalui festival inilah tradisi tersebut kembali di tonjolkan," kata Ketut Purna usai menutup Festival Jatiluwih.
Sehubungan dengan visi misi untuk melestarikan tradisi dan budaya yang ada di Desa Jatiluwih tersebut, Ketut Purna mengaku, untuk tradisi metekap (bajak sawah) ini pihak DTW Jatiluwih akan mengadakan atraksi minimal dalam waktu satu minggu sekali.
"Dengan kembalinya tradisi bajak sawah tradisional menggunakan sapi ini selain untuk menghidupkan kembali tradisi di Desa Jatiluwih. Semoga bisa menambah tingkat kunjungan wisatawan ke Jatiluwih," ujarnya.
Selain itu, Ketut Purna menyebutkan dampak dari pagelaran Festival Jatiluwih ke-V tersebut kunjungan wisatawan baik domestik dan mancanegara mulai menunjukan peningkatan dengan kunjungan pada Sabtu (6/7) turis asing yang datang berjumlah 1.200 orang, sedangkan wisatawan domestik berjumlah 600 pengunjung.
Sementara Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menjelaskan, Festival Jatiluwih ke-V ini digelar untuk memperkenalkan kearifan lokal budaya-budaya yang ada di Desa Jatiluwih
"Seperti kita tahu bahwa objek wisata Jatiluwih sudah di akui UNESCO sebagai warisan budaya dunia khususnya persawahan dan sistem pengairannya," kata Gede Sanjaya.
Baca juga:
Rayakan Keindahan Potensi Pertanian dan Wisata, Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih 2024
Terus ditonjolkan agar para wisatawan datang ke objek wisata Jatiluwih bisa tahu dan lebih mengenal lagi ttentang budaya dan tradisi yang ada di Desa Jatiluwih.
Sekadar diketahui Festival Jatiluwih yang digelar selama dua hari ini bertema "Swasthi Bhuwana" yang mempunyai makna kebahagiaan dunia ini mencerminkan harapan dan komitmen untuk menjaga dan melestarikan bumi sebagai tempat tinggal kita sekaligus menjaga keseimbangan alam dan kehidupan di dalamnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4664 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan