Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Truk Terguling Saat Turunkan Material di Subagan Karangasem, Lalin Tersendat
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Arus lalu lintas di Jalan Raya Ahmad Yani, Subagan, Karangasem Selasa (19/9/2023) siang sempat tersendat akibat kejadian truk terguling dan melintang di tengah badan jalan.
Truk berplat DK 8100 TS yang dikemudikan oleh, I Kadek Komo (33) asal Desa Yeh Poh, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem ini terguling usai kehilangan keseimbangan saat menurunkan muatan Sirtu (pasir dan batu) yang dipesan oleh warga di sekitar lokasi kejadian.
Menurut Komo, saat proses menurunkan muatan, sebagian material sudah bisa diturunkan, namun secara tiba-tiba mesin seperti kehilangan tenaga sehingga membuat posisi truk menjadi tidak seimbang, kemudian miring dan terguling.
"Saya ambil material di wilayah Desa Ababi, ada warga disini (TKP) yang pesan, padahal truk ini masih lumayan baru, serta muatan yang saya bawa juga tidak melebihi kapasitas, tetapi entah bagaimana mesin dam nya bisa bengkok," kata Komo di lokasi kejadian.
Pascakejadian, kondisi Komo baik-baik saja, ia tidak mengalami luka-luka, hanya saja kerugian cukup pada truk diperkirakan mencapai Rp25 juta karena suku cadang bagian yang rusak tersebut harganya cukup mahal ditambah kerusakan yang lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4463 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2239 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1561 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1013 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 949 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun