Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 28 Agustus 2026
Turis Jepang Minta Bali Promosikan PeduliLindungi Agar Tak Bingung
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Peserta Familiarization (FAM) Trip asal Jepang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mempublikasikan penerapan aplikasi PeduliLindungi di luar negeri (LN). Hal itu dilakukan agar wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Bali tidak kebingungan.
"Sehingga ketika wisatawan datang mereka sudah mengetahui bahwa wisatawan harus mengisi hal tersebut, jadi wisatawan tidak kebingungan," kata salah satu peserta FAM Trip asal Jepang, Makane, dalam keterangan tertulis dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali, Rabu (9/2/2022).
Seperti diketahui, program FAM Trip ini dicetuskan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Peserta FAM Trip asal Jepang ini tiba di Bali melalui penerbangan langsung (direct flight) perdana dari Narita-Denpasar.
Penerbangan perdana tersebut menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan membawa sebanyak 12 penumpang. Mereka terdiri atas 6 orang warga negara Indonesia (WNI) dan 6 warga negara asing (WNA).
Makane menuturkan, sejak tiba di Bali, dari turun di airport sampai hotel, dia mendapat pelayanan yang sangat memuaskan. Dia mengaku sangat senang saat sampai di hotel, karena diperbolehkan berwisata di lingkungan hotel dan menggunakan fasilitas khusus yang ada di sana.
Menurut Makane, hal itu akan menjadi suatu keunggulan bagi para wisatawan yang datang ke Bali. Dia juga melihat masyarakat lokal sangat taat terhadap protokol kesehatan (prokes). Makane pun sangat diapresiasi ketaatan prokes tersebut.
Karena itu, Makane melihat bahwa pelayanan di Bali begitu luar biasa. Ia pun mengaku bakal mempromosikan Bali di Jepang agar warga di sana berkunjung ke Bali.
"Untuk pelayanan dan semua hal terkait Bali sudah sangat luar biasa, saya akan mempromosikan Bali di Jepang sehingga wisatawan mau berkunjung ke Bali", ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Pemasaran Area 2 Kemenparekraf Utari Widyastuti menjelaskan bahwa para peserta asal Jepang ini mengikuti paket paket warm up vacation serta mengikuti surat edaran yang berlaku.
"Dan para peserta telah melakukan karantina selama 4 hari di Hotel Grand Hyatt, dan kami sangat berterima kasih atas kerja sama pemerintah daerah dalam program ini, diharapkan ini dapat menjadi masukan positif bagi kebangkitan ekonomi Bali", ujarnya.
Utari menjelaskan, warming up vacation ini berbeda dengan karantina. Salah satu perbedaannya adalah pelayanan hotel yang diberikan kepada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yakni tidak dengan membatasi hanya tinggal di kamar saja. Para PPLN tetapi lebih leluasa beraktivitas di sekitar hotel. (Sumber : Detik.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4722 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2531 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2173 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1790 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1215 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun