Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 7 Oktober 2026
Okupansi Hotel Karangasem Turun, PHRI Minta Pelaku Usaha Kencangkan Ikat Pinggang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pelaku usaha hotel dan restoran di Kabupaten Karangasem, Bali, mulai melakukan efisiensi menyusul melemahnya kunjungan wisatawan sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Penurunan ini menjadi perhatian karena Juli dan Agustus biasanya masuk periode high season dengan tingkat kunjungan wisatawan yang relatif tinggi. Namun, kondisi tahun ini menunjukkan tren berbeda.
Rata-rata tingkat hunian hotel di Karangasem hanya berada pada kisaran 60–70 persen. Angka tersebut turun sekitar 15–20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca juga:
Pariwisata Bali Hadapi Tantangan, Okupansi Hotel Turun 8 Persen, Sekda Tekankan Kolaborasi
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus lebih cermat mengatur operasional.
Menurut Kariasa, efisiensi diperlukan karena kondisi pariwisata diperkirakan kembali melemah ketika memasuki September 2026.
“Kita benar-benar ekstra ketat dalam menjaga operasional. Karena nanti memasuki September kondisinya diperkirakan akan menurun lagi. Jadi harus kencangkan ikat pinggang,” ujar Kariasa, Sabtu (22/8/2026).
Meski melakukan efisiensi, PHRI Karangasem tetap mendorong pelaku usaha pariwisata agar tidak berhenti melakukan promosi. Berbagai program dinilai perlu disiapkan untuk menjaga daya tarik Karangasem di tengah penurunan kunjungan.
Salah satu upaya yang didorong yakni memperbanyak event dan kegiatan pariwisata yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan.
“Kita tetap berupaya melakukan promosi dan membuat program-program untuk meningkatkan kunjungan ke Karangasem, termasuk melalui event-event,” katanya.
Kariasa menyebut kondisi pariwisata Karangasem saat ini tidak hanya berkaitan dengan faktor lokal. Situasi global yang masih penuh ketidakpastian juga ikut memengaruhi pergerakan wisatawan.
Konflik dan perang di sejumlah wilayah dunia, menurutnya, turut berdampak terhadap penerbangan internasional serta keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan.
PHRI Karangasem berharap berbagai strategi promosi dan penyelenggaraan event dapat membantu menjaga pergerakan pariwisata daerah. Selain itu, membaiknya situasi global diharapkan mampu kembali mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1477 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1241 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 692 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 581 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 552 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung