Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Okupansi Hotel Karangasem Turun, PHRI Minta Pelaku Usaha Kencangkan Ikat Pinggang
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pelaku usaha hotel dan restoran di Kabupaten Karangasem, Bali, mulai melakukan efisiensi menyusul melemahnya kunjungan wisatawan sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Penurunan ini menjadi perhatian karena Juli dan Agustus biasanya masuk periode high season dengan tingkat kunjungan wisatawan yang relatif tinggi. Namun, kondisi tahun ini menunjukkan tren berbeda.
Rata-rata tingkat hunian hotel di Karangasem hanya berada pada kisaran 60–70 persen. Angka tersebut turun sekitar 15–20 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca juga:
Pariwisata Bali Hadapi Tantangan, Okupansi Hotel Turun 8 Persen, Sekda Tekankan Kolaborasi
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem, I Wayan Kariasa, mengatakan kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus lebih cermat mengatur operasional.
Menurut Kariasa, efisiensi diperlukan karena kondisi pariwisata diperkirakan kembali melemah ketika memasuki September 2026.
“Kita benar-benar ekstra ketat dalam menjaga operasional. Karena nanti memasuki September kondisinya diperkirakan akan menurun lagi. Jadi harus kencangkan ikat pinggang,” ujar Kariasa, Sabtu (22/8/2026).
Meski melakukan efisiensi, PHRI Karangasem tetap mendorong pelaku usaha pariwisata agar tidak berhenti melakukan promosi. Berbagai program dinilai perlu disiapkan untuk menjaga daya tarik Karangasem di tengah penurunan kunjungan.
Salah satu upaya yang didorong yakni memperbanyak event dan kegiatan pariwisata yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Upaya tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak agar mampu memberikan dampak terhadap kunjungan wisatawan.
“Kita tetap berupaya melakukan promosi dan membuat program-program untuk meningkatkan kunjungan ke Karangasem, termasuk melalui event-event,” katanya.
Kariasa menyebut kondisi pariwisata Karangasem saat ini tidak hanya berkaitan dengan faktor lokal. Situasi global yang masih penuh ketidakpastian juga ikut memengaruhi pergerakan wisatawan.
Konflik dan perang di sejumlah wilayah dunia, menurutnya, turut berdampak terhadap penerbangan internasional serta keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan.
PHRI Karangasem berharap berbagai strategi promosi dan penyelenggaraan event dapat membantu menjaga pergerakan pariwisata daerah. Selain itu, membaiknya situasi global diharapkan mampu kembali mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan ke Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4614 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2418 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2073 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1674 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1115 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun