Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 30 Oktober 2026
Upacara Melabuh Gentuh Perdana di Pantai Perancak, Mohon Keselamatan Wujudkan Jembrana Emas 2026
beritabali/ist/Upacara Melabuh Gentuh Perdana di Pantai Perancak, Mohon Keselamatan Wujudkan Jembrana Emas 2026.
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Untuk pertama kalinya, Pemkab Jembrana menggelar upacara Melabuh Gentuh, Selasa (26/9/2023) di Pantai Taman Ujung Perancak.
Prosesi wujud menjaga keharmonisan dengan alam serta memohon keselamatan agar tidak terjadi bencana saat di laut maupun daratan.
Sarana caru digunakan dengan mulang pekelem kebo, kambing, angsa, bebek serta ayam yang ditenggelamkan ke tengah laut oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba beserta jajaran Forkopimda Jembrana.
Upacara Melabuh Gentuh Uncal Balung untuk tingkat Kabupaten pertama kali dilaksanakan oleh Bupati I Nengah Tamba setelah sebelumnya upacara serupa tingkat Provinsi dilaksanakan di Gilimanuk.
Bupati I Nengah Tamba mengatakan upacara digelar guna menghindari terkontaminasi energi negatif dari bhuta kala tiga dungulan, sehingga perlu dilaksanakan pembersihan Jagat.
"Ngaturan Pakelem Melabuh Gentuh, jadi dengan sarana Kebo, Angsa, Bebek, Ayam, dan sesajen Kambing juga dan dipuput oleh Ida Pedanda saking Griya Ketugtug," ujar Bupati Tamba saat karya melabuh gentuh.
Pihaknya menjelaskan bahwa Karya Mulang Pakelem Melabuh Gentuh mungkin baru pertama kali dilakukan yang tujuannya tentu untuk memohon keselamatan.
"Tetujon (Tujuan) untuk semeton kita yang mencari kehidupan di laut hasil ikannya biar bertambah untuk nelayan termasuk juga kita pemerintahan berjalan baik dalam rangka mewujudkan jembrana emas 2026. Dumogi ring sejeroning ngemargian karya melabuh gentuh puniki memargi antar lan rahayu sareng sami jagat bali lan Jagat jembrana unteng nyane (di Jembrana pada khususnya)," tegasnya.
Baca juga:
Bupati Tamba ke Generasi Muda di Ongkara Fest: Semangat Mekepung Songsong Jembrana Emas 2026
Sementara itu, Ida Pedanda Gede Ketut Putra Kemenuh dari Griya Ketugtug, menjelaskan, prosesi ini disebut Tawur Labuh Gentuh yang bertujuan menetralisir hal-hal negatif.
Tujuannya untuk marisuda sahananing netehin gumi atau menetralisir entitas-entitas negatif yang ada di muka bumi. Selain itu guna memohonkan kepada yang kuasa supaya dijauhkan dari bencana.
Baca juga:
Kota Negara Genap Berusia 128 Tahun, Bupati Tamba: Satukan Tekad Menuju Jembrana Emas 2026
"Upacara ini juga wujud ucapan terima kasih kepada penguasa laut dalam hal ini Hyang Baruna, atas hasil lautnya yang melimpah sehingga tetap terjaga," pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5990 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2653 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2313 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2234 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan