Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Viral Arthur Irawan Ngamuk Ajak Fans Berkelahi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pemain Persik Kediri Arthur Irawan ngamuk usai laga kontra PSM Makassar dalam ajang Liga 1 2022/2023 viral di media sosial. Duel kedua tim berakhir imbang tanpa gol di Stadion Brawijaya, Jumat (2/9) lalu. Di laga ini, Arthur baru masuk di awal babak kedua menggantikan M. Taufiq.
Video Arthur ngamuk itu diunggah oleh akun Instagram @persikdaily. Dalam video itu terlihat Arthur merespons teriakan suporter yang berada di tribune.
Dari video yang viral terdengar suporter meneriakan 'Arthur Irawan Out'. Arthur yang tengah berjalan ke ruang ganti kemudian berhenti dan merespons teriakan yang ia dengar.
Tak hanya itu, Arthur menantang salah satu suporter itu untuk mendatangi dirinya. Mantan pemain PSS Sleman itu bahkan mengatakan bakal menghajar oknum suporter.
"Kamu sini, sini kalau berani. Tak Hajar," ucap Arthur dalam video yang beredar tersebut. Arthur sudah lima kali bermain di Liga 1 musim ini. Ia tercatat sudah tampil selama 254 menit bersama Macan Putih.
Persik sendiri masih terseok-seok hingga pekan kedelapan Liga 1 2022/2023. Tim arahan caretaker Jan Saragih itu baru mengoleksi dua poin dari delapan laga yang telah dilakoni dan menempati posisi juru kunci klasemen. (Sumber: CNN Indonesia)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4614 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2418 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2072 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1674 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1114 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun