Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 27 Agustus 2026
Wanita Ini Bikin Baju Tunangan Sendiri, Tuai Pujian dari Warganet
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Momen tunangan menjadi salah satu momen yang tidak kalah pentingnya dari pernikahan. Di hari pertunangan, seseorang tentu ingin tampil dengan baju tunangan sebaik mungkin.
Belum lama ini, seorang wanita asal Malaysia menjadi viral karena baju tunangan miliknya. Wanita tersebut menjahit baju tunangan sendiri.
Wanita bernama Siti Rauhah Mahadhir tersebut memang bekerja sebagai penjahit. Namun, awalnya ia hendak menggunakan jasa penjahit lain. Meski begitu, Siti Rauhah disarankan neneknya untuk membuat baju tunangan sendiri saja.
"Awalnya saya tidak mau membuat baju untuk pertunangan sendiri, tapi nenek cerewet. Kata nenek, sebaiknya saya buat sendiri mengingat saya seorang penjahit. Saya pun menurut saja," ungkapnya.
Siti lantas mengungkap bahwa dirinya terinspirasi membuat baju tunangan seperti yang pernah dipakai model Malaysia bernama Hanis Zalikha.
"Saya mau yang simpel dan tak perlu pakai veil, sebaliknya hanya syal. Jadi syal itu saya panjangnya untuk disangkutkan ke jari," lanjutnya.
Siti juga tidak punya tema khusus untuk baju tunangan miliknya. Namun, ia memutuskan menggunakan warna merah marun.
"Alhamdulillah, puas bisa menciptakan kenangan pada hari bahagia sendiri. Tapi yang saya terkejut, banyak yang senang melihat gaun itu."
Siti melangsungkan pertunangan pada Desember silam. Ia lantas membagikan video dirinya membuat baju tunangan tersebut di Instagram.
Di luar dugaan, video Siti tersebut lantas menjadi viral sampai dirinya mendapat pesanan dari pelanggan baru.
"Setelah video itu viral, alhamdulillah rezeki tak disangka-sangka. Ramai yang sudah memberikan pesanan. Ada yang mau baju tunangan dan nikah, ada juga baju hari raya," jelas Siti.
Selain itu, ada juga yang meminta untuk dibuatkan baju tunangan persis seperti milik Siti. Bahkan, ada pelanggan yang datang jauh-jauh dari kota lain.
Menurut Siti, ia sendiri tertarik menjahit karena nenek dan saudara ibunya. Sejak kecil, ia sudah melihat neneknya bekerja di toko jahit di Melaka.
Tidak hanya itu, Siti juga pernah sekolah menjahit hingga mengikuti latihan vokasional selama 6 bulan. Sejak tahun 2019, Siti juga sudah mulai menjadi penjahit secara serius. Kini, ia pun sudah tiga tahun bekerja sebagai penjahit.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4712 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2525 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2157 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1780 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1207 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun