Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Warga Tanjung Benoa Ancam Boikot KTT APEC
Badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Tanjung Benoa. Warga Tanjung Benoa Badung Bali mengancam akan memboikot kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) jika Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak mencabut izin reklamasi Teluk Benoa. Warga Tanjung Benoa juga mengancam akan menggelar aksi demo besar-besaran selama pelaksanaan KTT APEC pada Oktober mendatang.
Anggota Sabha Desa (Tokoh Adat) Tanjung Benoa Wayan Budiasa dalam keteranganya di Tanjung Benoa berharap Gubernur Bali mendengarkan permintaan warga Tanjung Benoa. Apalagi reklamasi hanya kan membuat masyarakat Tanjung Benoa yang sebagian besar adalah nelayan kehilangan pekerjaan. Wayan Budiasa juga berharap pihak DPRD Bali tidak memberikan janji-janji semata.
“saya menghimbau kepada DPRD tingkat I jangan berkomentar akan mencabut rekomendasi yang sudah dia sampaikan pada pihak eksekutif, itu harus dilaksanakan, jangan hanya berwacana di koran, jadi anggota dewan yang mewakili rakyat Bali harus konsekuen,” kata Wayan Budiasa.
Wayan Budiasa menegaskan tokoh adat Tanjung Benoa seluruhnya tidak pernah menyetujui adanya reklamasi seluas 838 hektar di Teluk Benoa. Masyarakat Tanjung Benoa hanya menyetujui adanya rehabilitasi terhadap Pulau Pudut di Kawasan Teluk Benoa seluas 8 hektar.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 443 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 362 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 308 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun