Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Warna Binatang Pembunuh Kucit Kuning Keemasan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menyebutkan binatang yang menyerang kucit (anak babi) warga di Dusun Pempatan, Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan Tabanan berwarna kuning keemasan. Besarnya lebih kecil dibadingkan Harimau dan lebih besar dari anjing dan kucing.Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Sumarsono mengungkapkan hal tersebut, Rabu (25/8).
Dikatakannya, berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan, selain warna binatang tersebut kuning keemasan, jejak kaki yang ditemukan di sekitar lokasi mirip jejak kaki kucing tapi ukurannya lebih besar.
Ukurannya sekitar 6,5 cm X 8 cm, sedangkan jarak kaki depan dan belakang sekitar 90 cm, jarak kaki kiri dan kanan 50 cm, ungkapnya.Selain itu dia memperkirakan tinggi binatang tersebut sama dengan anjing dewasa.Kesimpulan sementara binatang tersebut terlalu kecil dibandingkan dengan harimau dan terlalu besar dibandingkan dengan anjing maupun kucing, tambahnya.
Agar tidak terjadi lagi serangan binatang tersebut, pihakny menghimbau kepada warga masyarakat di sekitar hutan lindung sekitar lokasi agar menghentikan segala pemburuan satwa yang menghuni hutan lindung.Warga juga diminta menghentikan menanam kopi di areal hutan lindung, dan mengambil apapun di hutan lindung.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2350 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan