Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 22 Agustus 2026
Warung Kopi di Sirkuit Mandalika Bisa Dapat Rp3,5 Juta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyelenggaraan gelaran Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika menjadi berkah tersendiri bagi warga Ebunut yang masih tinggal di areal Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka memanfaatkan momen tersebut untuk membuka warung makanan dan minuman dengan harga murah.
Warung warga tersebut berada di areal sebelah barat sirkuit, di belakang tribun utama. Berjejer bersama tenda-tenda UMKM yang disediakan penyelenggara, Indonesian Tourism and Development Corporation (ITDC).
Warga dapat berjualan di dalam kawasan sirkuit dikarenakan tanah tempat mereka mendirikan warung masih menjadi milik mereka. Tanah tersebut belum dibebaskan oleh ITDC.
Para warga tersebut bertempat tinggal di Dusun Ebunut, Desa Kuta Mandalika. Lokasinya tepat berada di dalam kawasan sirkuit Mandalika.
Ibu Yanti, warga Dusun Ebunut jadi salah seorang warga yang membuka warung di sana. Ia mengatakan bahwa omzetnya meningkat akibat event IATC dan WSBK ini.
"Alhamdulillah ya kita dapat sekitar 3,5 juta," katanya.
Terlihat memang warung yang dibuka warga lokal ini lebih ramai dibandingkan pedagang yang berjualan di tenda UMKM. Hal ini dikarenakan harga yang ditawarkan di warung tersebut lebih terjangkau jika dibandingkan dengan yang lain.
Nasi bungkus bisa didapat dengan harga Rp13 ribu saja. Untuk kopi kemasan sachet, bisa didapatkan dengan harga Rp5 ribu.
Berbanding terbalik dengan yang ditawarkan di tenda UMKM. Harga untuk nasi kotak paling rendah bisa didapat dengan harga Rp75 ribu, kemudian untuk harga kopi terendah ada di kisaran harga Rp25 ribu.
Viki, jadi salah seorang pengunjung yang memilih makan di warung warga. Ia mengatakan alasan memilih warung warga menjadi pilihan untuk makan dikarenakan harganya yang memang lebih irit di kantong.
"Ya saya makan di sini karena murah, dan saya memang cari nasi bungkus," katanya.
Makanan yang ditawarkan di warung warga tersebut memang lebih merakyat. Baik dari segi harga dan makanan yang ditawarrkan.
Sementara itu, Nazla dan Nina memilih makan di warung warga tersebut karena memang makanan yang mereka cari di tenda UMKM telah habis. Warung warga menjadi satu-satunya alternatif bagi mereka untuk mengisi perut.
"Kita ke sini karena makanan di sana sudah habis," kata dua perempuan asal Gomong, Mataram tersebut.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4619 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2425 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2078 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1680 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1120 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun