Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Waspada Gelombang 6 Meter di Perairan Selatan Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perairan selatan Bali perlu diwaspadai dalam beberapa hari ke depan. Berdasarkan model gelombang Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, gelombang dengan ketinggian hingga 6 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Bali.
BBMKG memprakirakan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian utara, dan Selat Badung. Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan kisaran 4 hingga 6 meter berpotensi terjadi di Selat Lombok bagian selatan dan perairan selatan Pulau Bali.
Pakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Putu Agus Dedy Permana, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin musim kemarau. Monsoon Australia membawa angin timuran yang bertiup di wilayah perairan selatan Bali sehingga memicu peningkatan kecepatan angin sekaligus ketinggian gelombang.
Selain faktor angin lokal, kondisi gelombang juga dipengaruhi gelombang rambatan atau swell yang berasal dari Samudra Hindia.
"Gelombang rambatan tersebut merupakan gelombang yang terbentuk akibat sistem angin kuat di wilayah yang jauh di Samudra Hindia, kemudian merambat hingga ke perairan selatan Bali," katanya, Selasa (11/8/2026).
Meski mencapai ketinggian hingga 6 meter, peningkatan gelombang tersebut disebut masih merupakan fenomena yang normal terjadi setiap tahun ketika memasuki musim kemarau.
"Kondisi peningkatan ketinggian gelombang di musim kemarau ini merupakan fenomena normal yang terjadi setiap tahunnya," ucapnya.
Peningkatan ketinggian gelombang diperkirakan belum akan segera berakhir. Kondisi serupa masih berpotensi terjadi hingga tiga hari ke depan, dengan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang akan terus dipantau.
"Kondisi seperti ini diperkirakan masih akan terjadi hingga, 3 hari ke depan dan perkembangannya akan kami update setiap hari," cetusnya.
Potensi gelombang tinggi juga tidak hanya terbatas pada wilayah perairan yang telah disebutkan. Sejumlah pesisir selatan Bali lainnya berpeluang mengalami peningkatan ketinggian gelombang dengan intensitas yang berbeda.
"Peningkatan ketinggian gelombang kemungkinan masih akan terjadi di pesisir selatan Bali lainnya, tetapi pengaruhnya berbeda-beda tergantung kondisi perairan di sekitarnya," sebutnya.
Menghadapi kondisi tersebut, nelayan dan pengelola kapal kecil diimbau menunda aktivitas melaut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan.
Pelaku wisata bahari juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan menghindari aktivitas berenang, berselancar maupun kegiatan wisata bahari lainnya, khususnya di pantai-pantai yang berada di pesisir selatan Bali saat gelombang tinggi.
Masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir juga perlu mewaspadai kemungkinan gelombang menjangkau bibir pantai. Masyarakat di Bali diimbau mengikuti perkembangan informasi dan peringatan resmi dari BMKG.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 738 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 561 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan