Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Winasa Pancing Menteri PU
Beritabali.com, Melaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kendatipun kedatangan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Djoko Kirmanto ke Jembrana untuk melakukan penutupan pintu pengelak/pengisian Bendungan Benel, Mekarsari, Tukadaya, Melaya namun kesempatan tersebut rupanya dipergunakan sebaik-baiknya oleh Bupati Jembrana, I Gede Winasa untuk menyampaikan keluhannya
Di depan menteri Kabinet Indonesia Bersatu ini, Winasa membeberkan kemacetan lalu lintas di jalur Denpasar-Gilimanuk sehingga menyebabkan waktu tempuh Negara-Denpasar relatif lebih lama.
Keluhan Winasa tersebut disampaikan saat dirinya didaulat untuk menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan pusat tersebut, hanya saja Winasa tidak menyampaikan keluhannya itu secara gamblang.
Menurut Winasa, semestinya Jembrana dengan Denpasar sangat dekat tapi tidak bisa dilalui dengan cepat lantaran jalan yang ada hanya satu-satunya. Itupun dalam kondisi yang cukup padat. Mohon maaf karena Pak Menteri telah menempuh
perjalanan dengan waktu yang cukup panjang, katanya.
Menurut Winasa, jarak antaran Jembrana dengan Denpasar semestinya tidak sampai 100 km namun waktu tempuhnya yang relatif lama. Sebenarnya jarak Jembrana-Denpasar tidak
sampai 100 km namun perlu waktu yang lama untuk menempuhnya, katanya.
Keberanian Winasa untuk menyampaikan keluhannya ini, lantaran didasari dari kenyataan kalau setiap harinya jalan Denpasar-Gilimanuk dilintasi oleh puluhan ribu kendaraan, baik angkutan umum, barang maupun kendaraan pribadi.
Selain menyampaikan keluhan, Winasa juga membeberkan sejumlah inovasi yang diperuntukkan untuk petani karena bendungan yang erat kaitannya dengan petani. Kami telah melakukan pembebasan pajak sawah kepada seluruh petani, lalu memberikan subsidi pupuk organik kemudian yang terakhir mengasuransikan tanaman petani sehingga jika terkena puso petani masih menerima uang penggantinya, terangnya.
Selain itu, Winasa juga menyampaikan komitmennya agar petani di Jembrana tidak bersaing dengan perusahaan air minum dalam kemasan. Kalau dibiarkan perusahaan air minum dibiarkan nyedot air di hulu, jelas petani yang di hilir akan tidak kebagian air, ungkapnya.
Sementara ketika disinggung keluhan yang disampaikan Winasa, Djoko mengatakan solusi untuk mengatasi kemacetan tidak hanya berbentuk jalan tol saja namun bisa saja berbentuk Kereta Rel Listrik (KRL) maupun melebarkan jalan yang sudah ada sebelumnya.
Kalau yang lewat di jalan tol itu kan bayar sehingga perlu kajian yang komprehensif, terang Djoko saat dimintai komentarnya seusai acara tersebut. Menurut Djoko, jalan tol bisa dibangun jika lalu lintas di ruas jalan yang ada mencapai 40-50 ribu perharinya.
Nanti yang lewat di jalan tol itu hanya 40 persennya saja, terangnya. Namun Djoko tidak memberikan jawaban pasti terkait peluang pembangunan jalan tol yang menghubungkan Denpasar-Jembrana. Nanti kita pikirkan bersama,
kilahnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan