Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
WNA Rusia Hilang di Tanjung Mebulu Ditemukan Tewas di Bawah Tebing
BERITABALI.COM, BADUNG.
Operasi pencarian seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia yang dilaporkan hilang di sekitar Tanjung Mebulu, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, berakhir setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (26/9/2026).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebelumnya menerima laporan mengenai dugaan hilangnya seorang WNA di kawasan Tanjung Mebulu pada Sabtu pagi.
Laporan tersebut bermula setelah sebuah sepeda motor ditemukan terparkir seharian di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera diberangkatkan menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melakukan koordinasi dan pemantauan di sekitar area yang diduga menjadi lokasi keberadaan korban.
Pada pukul 10.00 WITA, tim berkoordinasi dengan Polair Polresta Denpasar. Selanjutnya, tim menemui Kepala Lingkungan Desa Pecatu untuk memperoleh informasi mengenai kondisi dan karakteristik wilayah sekitar lokasi kejadian.
Upaya pencarian kemudian dilakukan melalui pemantauan udara menggunakan drone thermal pada pukul 11.45 WITA di sekitar area pinggir tebing. Namun, pemantauan tersebut belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sekitar lima menit kemudian, tim SAR menerima informasi dari masyarakat yang mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi.
Setelah dilakukan penelusuran, masyarakat menemukan jenazah di bawah tebing, di antara bebatuan. Masyarakat kemudian menggunakan drone untuk memastikan posisi korban dari jarak lebih dekat.
Setelah posisi korban dipastikan, pada pukul 13.10 WITA tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi melalui jalur Pantai Nyang-Nyang.
Medan terjal dan dipenuhi bebatuan menjadi salah satu tantangan dalam proses evakuasi. Pada pukul 15.00 WITA, jenazah G Artem (40) berhasil dievakuasi dari lokasi penemuan menuju pesisir Pantai Nyang-Nyang.
Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Wahyu Sidhiarta, mengatakan proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
"Adapun kendala yang tim SAR hadapi dalam mengevaluasi korban, yang pertama terkendala air pasang, jadi kita harus menunggu air surut, yang kedua jalan yang terjal dan bebatuan," jelasnya.
Setelah dievakuasi, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans Klinik Nusa Medika menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah untuk proses lebih lanjut.
Dalam operasi pencarian hingga proses evakuasi, sejumlah unsur turut terlibat. Di antaranya personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polairud Polda Bali, Babinsa, SAR Dog, Pecalang setempat, Linmas Pecatu, ORARI Bali, Kepala Lingkungan Desa Pecatu, Kelian Desa Pecatu, serta masyarakat setempat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan