Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 15 September 2026
Kerajinan Gelang Aborigin Made in Legian
BERITABALI.COM, BADUNG.
Seorang pengrajin gelang di Legian Kuta sejak 11 tahun silam menekuni kerajinan gelang khas suku Aborigin. Kini hasil kerajinannya sudah diekspor ke berbagai negara termasuk ke benua Australia, tempat asal suku Aborigin.
Tempat pembuatan (workshop) kerajinan gelang khas suku Aborigin ini terletak di Jalan Nakula Legian Kuta. Semua proses pengerjaan gelang dikerjakan di tempat ini oleh sekitar 40 orang pengrajin.
Proses pembuatan gelang ini diawali dengan pengecatan kayu pinus yang telah dibentuk gelang dengan diameter 6 hingga 7 centimeter. Gelang yang telah dicat dengan berbagai warna ini selanjutnya dilukis dengan tehnik titik-titik kecil.
Satu gelang khas suku Aborigin ini dibuat selama 30 menit hingga satu jam tergantung besar dan desain gelang. Motif titik-titik yang dilukis di atas gelang berbentuk bunga dan binatang.
Pemilik usaha ini, Abdul Khodir Busyairi mengatakan, usaha kerajinan Gelang khas Aborogin dengan ciri khas titik-titik kecil ini dimulai sejak tahun 1996 silam. “Gelang yang dijual antara 4500 hingga 7500 rupiah per buahnya ini sudah saya ekspor ke berbagai negara seperti Eropa, Jepang, Singapura hingga ke benua asal suku Aborigin di Australia,” jelasnya.
Dengan modal awal sebesar 6 juta rupiah, per harinya Abdul Khodir mampu membuat 500 gelang Aborigin. Kini setiap bulannya ia mengekspor gelang Aborigin rata-rata 10 hingga 15 ribu gelang ke berbagai negara.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5225 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3433 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2212 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 937 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan