Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Penyebab Terbakarnya Kantor Distanak Buleleng Belum Terkuak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Penyebab terbakarnya Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan serta Kantor Pemberdayaan Masyarakat Daerah Kabupaten Buleleng belum diketahui secara pasti. Polres Buleleng masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik Polri Denpasar.
Minimnya bukti dan kesaksian menjadi halangan bagi polisi dalam mengungkap terbakarnya Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Daerah, PMD Buleleng. Hingga kini polisi masih menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan Unit Labfor Polri Denpasar.
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Pande Putu Sugiarta mensinyalir adanya faktor kesengajaan dalam peristiwa terbakarnya kantor berlantai dua milik Pemkab Buleleng itu.
Untuk sementara kebakaran itu diduga diakibatkan arus pendek listrik. Namun tidak menutup kemungkinan disebabkan faktor yang lain, dan polisi masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik,ujarnya.
Pasca kebakaran, Dinas Pertanian dan Peternakan Buleleng dan Kantor Pemberdayaan Masyarakat Daerah (PMD) Buleleng untuk sementara memanfaatkan beberapa bangunan kosong yang masih utuh dengan peralatan kantor darurat.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1927 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1688 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1504 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun