Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pemkot Denpasar Siapkan 59.000 Vaksin Campak
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Mulai tanggal 10 - 24 Agustus mendatang, masyarakat Kota Denpasar diharapkan mengajak balitanya ke pos PIN terdekat untuk diimunisasi campak. Pihak Pemkot Denpasar telah menyiapkan 59 ribu vaksin campak.
Imunisasi campak dan pemberian vitamin A akan dilakukan terhadap balita usia 6 – 59 bulan. Untuk imunisasi campak, Dinas Kesehatan Kota Denpasar menargetkan 59.036 balita. Pelaksanaan imunisasi serempak selama dua minggu ini akan dilanjutkan dengan upaya sweeping selama 2 minggu.
Penyakit campak ternyata cukup berbahaya. Bahkan bisa berujung pada kematian. “Lima belas persen kematian akibat campak di Asia tahun 2002 terjadi di Indonesia,†tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dokter Luh Putu Sri Armini, M.Kes.
Setiap 20 menit satu orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan penyakit campak ini. “Komplikasi campak lainnya adalah kebutaan, gangguan gizi dan radang otak (encephalitis dan encephalopaty),†tambah wanita asal Karangasem ini.
Selain imunisasi campak, juga akan disediakan imunisasi polio bagi balita 0 – 59 bulan “ Target kita untuk imunisasi polio sebanyak 65.595 balita, †jelasnya. (ctg/*)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1927 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1688 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1504 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun