Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Tumpek Krulut, Cinta Kasih dan Tetabuhan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Penyelenggaran Tumpek Krulut bila dihayati secara mendalam merupakan penciptaan rasa saling kasih mengasihi antara sesama manusia dengan sarana seni tetabuhan. Penegasan ini disampaikan Wawali Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE. M.Si. Kamis (9/8) di ruang kerjanya.
Lanjut Rai Mantra di dampingi Kabag Humas Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma,SE. Upacara Tumpek Krulut dilaksanakan sesuai dengan tuntunan pustaka rontal “Aji Gurnita.†Rangkaian acara ini ditandai dengan berpaduannya tetabuhan dari semua perangkat gong yang ada di Denpasar. Ritual ini bermula pada pemujaan terhadap kekuatan taksu yang selama ini telah membuat Bali memiliki identitas tersendiri di tengah peradaban.
Khusus untuk pelaksanaan Tumpek Krulut menurut Rai Mantra digelar sebelum matahari tenggelam. Pemaknaan Tumpek Krulut ini layak disosialisasikan secara kontinyu dikalangan masyarakat, mengingat didalamnya tersirat makna filosofis yang amat kuat.
Apalagi perayaan Tumpek Krulut merupakan persembahan kepada Tuhan dalam manefestasinya sebagai Ciwa. “Dalam konteks ini keharmonisan yang didasari alunan nada akan menembus sapta petala atau sapta loka,†ujar Rai Mantra yang juga sebagai pemerkasa perayaan Tumpek Krulut di Kota Denpasar.
Erwin menambahkan pemujaan Tumpek Krulut di mulai jam enam sore diawali pementasan tari rejang yang melibatkan 100 penari dan tari telek, dilanjutkan persembahyangan bersama serta diisi tetabuhan oleh 9 sekaa diantaranya gong
kebyar, semar pagulingan, joget bumbung, gandrung,saron, angklung, gong beri, gambang dan slonding.
Diharapkan pada saat bersamaan selain dilakukan pemujaan yang dipusatkan di Lapangan Puputan Badung menurut Erwin setiap banjar di Kota Denpasar agar membunyikan kentongan banjar dan gambelan yang ada selama 3 menit sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Hyang Maheswara sebagai dewanya segala jenis tetabuhan gambelan dan bunyi-bunyian. (gus/*)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5846 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2194 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan