Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Pasien Flu Burung di RSUP Sanglah Meninggal
Sanglah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sri Widiantari, pasien yang diduga kuat terserang virus flu burung akhirnya meninggal dunia. Ia sebelumnya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar selama dua hari.
Pasien bernama lengkap Ni Luh Putu Sri Widiantari (29 tahun), warga Dusun Dangin Tukad Aya, Jembrana akhirnya meninggal setelah dirawat 2 hari di RSUP Sanglah.
Meski hasil laboratorium secara resmi belum menunjukkan adanya virus H5N1, hasil diagnosa tim dokter RSUP Sanglah menunjukkan adanya virus mematikan itu pada tubuh Sri.
Menurut salah satu tim dokter penanganan flu burung RSUP Sanglah, dr. Made Bagiada, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan pasien. Ia membantah pihaknya dikatakan lamban mengetahui hasil laboratorium sehingga terlambat menolong pasien.
Kondisi Sri Widiantari dalam dua hari terakhir diketahui terus memburuk. Kadar trombosit darahnya terus menurun dan suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius.
Sebelumnya pasien diketahui pernah menyentuh unggas mati yang banyak ditemukan di sekitar rumahnya di Jembrana.
Anak kandung Sri, Dian, yang berusia lima tahun, baru-baru ini juga diketahui meninggal akibat penyakit serupa yang diderita Sri Widiantari. (ags/bob)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2806 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1976 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun