Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Pasien Flu Burung di RSUP Sanglah Meninggal
Sanglah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sri Widiantari, pasien yang diduga kuat terserang virus flu burung akhirnya meninggal dunia. Ia sebelumnya dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Sanglah, Denpasar selama dua hari.
Pasien bernama lengkap Ni Luh Putu Sri Widiantari (29 tahun), warga Dusun Dangin Tukad Aya, Jembrana akhirnya meninggal setelah dirawat 2 hari di RSUP Sanglah.
Meski hasil laboratorium secara resmi belum menunjukkan adanya virus H5N1, hasil diagnosa tim dokter RSUP Sanglah menunjukkan adanya virus mematikan itu pada tubuh Sri.
Menurut salah satu tim dokter penanganan flu burung RSUP Sanglah, dr. Made Bagiada, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan pasien. Ia membantah pihaknya dikatakan lamban mengetahui hasil laboratorium sehingga terlambat menolong pasien.
Kondisi Sri Widiantari dalam dua hari terakhir diketahui terus memburuk. Kadar trombosit darahnya terus menurun dan suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius.
Sebelumnya pasien diketahui pernah menyentuh unggas mati yang banyak ditemukan di sekitar rumahnya di Jembrana.
Anak kandung Sri, Dian, yang berusia lima tahun, baru-baru ini juga diketahui meninggal akibat penyakit serupa yang diderita Sri Widiantari. (ags/bob)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan