Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Orang Tua Mahasiswa STIKES Mojokerto Resah
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Munculnya sinyalemen kalau STIKES Mojokerto yang beroperasi di Kabupaten Buleleng belum mengantongi ijin, membuat orang tua mahasiswa resah. Bahkan, beberapa orang tua mashasiwa membatalkan pambayaran uang gedung.
Sedikitnya enam orangtua dari mahasiswa STIKES Mojokerto yang telah diterima tahun ajaran ini, mengaku bingung, bahkan was-was atas keberadaan STIKES Mojokerto di Kabupaten Buleleng.
Gusti Mangku, salah satu orangtua mahasiswa dari kecamatan Seririt, mengaku terhentak dengan kenyataan saat mendengarkan informasi STIKES mojokerto dipermasalahkan ijinnya oleh Lembaga Dewan dan Pemkab Buleleng.
Dua keluarga saya diterima sebagai mahasiswa di STIKES Mojokerto setalah dinyatakan lulus ujian, sekarang kita bingung karena tidak ada ijin,†ungkapnya.
Hal serupa juga diungkapkan Gede Sedana warga Desa Pengelatan. “Anak saya telah dinyatakan lulus, dan dengan tidak adanya ijin tersebut saya menjadi ragu untuk melanjutkan proses pendaftaran kembali,†katanya.
Atas kenyataan itu Gusti Mangku dan Gede Sedana mengaku akan menunda pembayaran uang gedung dan kelengkapan lainnya sekitar enam juta rupiah. (sas)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3858 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1927 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1688 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1517 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1504 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun