Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Tolak Galian C Karena Merusak Lingkungan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Puluhan Warga Selat, Karangasem, Senin (20/8) siang mendatangi Gedung DPRD setempat. Kedatangan mereka untuk menolak pengembangan lokasi galian C di Yehkori, karena dinilai akan merusak lingkungan.
Warga yang mengaku mewakili 4 Banjar yakni Banjar Pegubugan, Bangbang Biaung ,Geriana Kauh, Dan Tukad Sabuh yang berada di wilayah Kedesaan Selat, datang dengan membawa poster dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap rencana pengembangan Galian C di Yehkori Selat.
Rombongan Diterima Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Sukadana.S.Sos didampingi Wakil Ketua, I Gusti Bagus Kariyawan, dan perwakilan dari 3 komisi.Pada intinya warga menyampaikan kekhawatirannya terhadap rencana pengembangan Galian C di wilayah yang tidak jauh dari kawasan tempat tinggal mereka.
Proyek tersebut dinilai berpeluang menimbulkan dampak negatif di masa mendatang.Perwakilan warga Bangbang Biaung, I Putu Sudarma mempertanyakan rekomendasi yang dikeluarkan Bupati Karangasem, I Wayan Geredeg terkait proyek tersebut.
â€Kami sangat prihatin jika proyek galian itu diteruskan ujung-ujungnya pasti akan merusak lingkungan, terlebih sebelumnya kawasan dimaksud sempat mendapatkan prestasi sebagai juara kedua tingkat nasional di bidang penghijauan “ ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut warga juga membeberkan alasan penolakannya lantaran 4 dusun yang ada di bawah lokasi galian itu, sebelum mendapat penghijauan merupakan kawasan rawan banjir dan longsor.
â€Jika sekarang dibabat lagi demi proyek galian pasir itu, tentunya kami khawatir akan dampak yang lebih jauh ke depan “ imbuhnya.
Menanggapi aspirasi warga tersebut, Ketua DPRD, I Wayan Sukadana, S.Sos berjanji secepatnya menindaklanjuti dan mengkaji dampak lingkungan yang ditimbulkan proyek galian C itu. (kkk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli